Kenapa Harus Tangkringan Bambu Jepang ?

damai-9.com Sepintas tidak terlalu penting, hanya sekedar tangkringan doang, cuman sekedar buat bertengger/nangkring burung aja, toh dari bahan kayu apa saja kayanya tida apa-apa dah dan mungkin bagi sebagian orang tidak jadi masalah sekalipun termasuk kicau mania… heheh, tetapi bagi sebagian penghobi burung pleci [pleci mania (Pleman)] mungkin hal yang dianggap remeh temeh ini justru menjadi pertimbangan sangat penting untuk membuat performa pleci miliknya menjadi lebih fight, menurtnya… 😊

Bermula pada saat baru beli pleci buxto secara online, dan kebetulan di rumah ada kandang ukuran kecil buat pleci yang memang sekitar tahun 2016 an pernah punya pleci dakun jatim yang saat itu lagi lumayan tenar-tenarnya namun belum faham terkait doping dan juga tangkringan yang harus dipakai, pokoknya yang penting pas dan sesuai ukuran burung dan kandang yang dipakai. Pada saat lagi iseng-iseng cari ranting pohon di depan rumah, tiba-tiba ada teman senior yang punya pleci bilangin, “Ngapain pake ranti pphon jambu?, pake pohon bambu jepang, bagus !” trus saya tanya, “Carinya dimana mas yang ada bambu jepang ?” terus seketika ditunjukkan dapur bambu jepang yang kebetulan ternyata ada dan tidak jauh dari rumah. Jadi alhamdulillah dah tidak jauh-jauh nyarinya.

Boleh ko dibaca : 

CARA AKURAT MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN PLECI JANTAN DAN BETINA

Sebenarnya apa sih manfaat pohon bambu jepang buat pleci ?

Ada beberapa pendapat yang menyebutkan, manfaat bambu jepang dapat membuat pleci menjadi lebih betah diam (anteng/nagen) pada saat berkicau (ngoceh) karena kebetulan secara ukuran pas untuk cekeraman ukuran kaki pleci sehingga pleci lebih nyaman menetap pada posisi tangkringan dimana dia ngoceh. Secara texture bambu jepang terlihat lebih halus sebagaimana pohon bambu besar, ada beberapa kicau mania berpendapat, selayknya pentet, jika dia habitatnya di pohon bambu atau orang lebih sering tahu dengan pentet bambu maka sebagian besar burung tersebut bersuara keras, tidak tahu persis alasannya, apa mungkin karena sama2 nangkring di pohon bambu dan di gerundukan pohon bambu biasanya cenderung berisik ketika ada angin dan juga otomatis burung pentet yang bertengger disana pastilah kebrisikan dan ketika dia harus memanggil kawannya haruslah dengan suara keras pula sehingga terbiasa dengan sudara keras sekalipun sudah kita masukkan dalam kandang rawatan, hanya secara logika saja, nah demikian juga pleci ketika tangkringannya terbuat dari pohon bambu jepang akan berperilaku yang sama sebagaimana pentet bambu.

Demikian semoga bermanfaat. Salam damai-9.com

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:


#Downloadsuarapleci #pleci 
BACA SELENGKAPNYA ...

Sekedar Nasi Basi Buat Burung Gereja

damai-9.com -  Berawal dari nasi sisa karena masak lebih banyak dan tidak sempat kemakan karena ada-ada saja penyebabnya, anak yang minta makan keluar lah, anak lainnya pinginnya makan kebab lah, yang lainnya ga pingin makan ini lah… pokoknya ada saja alasan yang mengakibatkan nasi yang sudah dimasak “ibu negara” … 😊😊😊 banyak tidak termakan yang akhirnya dari pada harus dibuang, maka oleh istri dijemur dengan rencana awal untuk dibuat kerupuk gendar. Untuk teman-teman yang sudah berkeluarga mungkin pernah mengalami hal seperti ini …. iya kan 😊

Ketika sore hari, sedang ngecek kondisi teras dan halaman dimana nasi sisa tersebut dijemur sekalian cek, menyapu, mebersihkan dan menyiram tanaman sekaligus ngecek jemuran nasi sisa tadi yang sudah hampir kering ternayata lagi banyak burung gereja dan juga burung lainnya termasuk burung tekukur sedang mengerubungi nasi sisa yang dijemur yang hampir kering tersebut karena kebetulan lokasi jemur roof top lantai 2, seketika burung-burung beterbangan setelah tahu ada orang datang. Namun yang bikin seneng, ternyata indah melihat pemandangan seperti ini, akhirnya nasi sisa yang kita jemur tersebut tidak jadi dibuat gendar namun tatap kita biarkan sebagai santapan makanan burungh liar yang mau mengkonsumsi nasi jemuran tersebut. Lanjut ke hari berikutnya, setiap ada sisa nasi yang tidak termakan, jadinya sengaja dijemur dan kalo sudah menjelang kering bisa untuk makanan burung-burung yang biasa mampir ke tempat jemuran. Di satu sisi mungkin tidaklah terlalu bermanfaat  karena hanya sekedar nasi sisa yang sudah basi sementara di sisi makhluk yang lain sangatlah bermanfaat.

Pada prinsipnya, seberapa kepedulian kita dengan makhluk hidup yang ada di sekitar kita, sebenarnya kalo ingin dijebak sangatlah mudah namun ada sedikit ragu apabila sudah terperangkap, sempat berfikir bagaimana kalau yang terperangkap itu ternyata sedang ngeloloh anakan, sungguh kasih anakan yang menunggu suapan dari indukannya yang tak kunjung datang mengirim makanan untuk si anak, sehingga biarlah dibiarkan liar saja.

Salam damai-9.com

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA :

BACA SELENGKAPNYA ...

Ya Allah... Kami Harus Bagaimana ?

damai-9.com - Assalamualaikum semuanya, sebelumnya mohon maaf kepada yang punya gambar ini, barangkali kebetulan membaca artikel ini. 

Kondisi yang harus dialami saat ini, entah siapa yang salah… #@$))*&!...... sambil nyanyi.. 😊. Jika kita lihat postingan di FB, burung trucukan + kandang LB fulset ditambah tas gendong pula hanya diposting seharga 70 ribu, Ya Allah… padahal kalo dirinci secara gampang saja harganya mungkin bisa sekitar 200 ribuan, OK, anggap saja harga trucukan karena kondisnya masih agak gerabak tetapi sudah rajin bunyi Rp 60 rb saja, kandang LB kondisi second anggap saja Rp 65rb, Tas gendong Rp 40 ribu, trus kerodong anggap aja Rp 25 rb, jadi total Rp 190 rb, hampir 200 lah, namun tidak bisa disalahkan tidak terkecuali siapapun, karerna memang kondisi yang harus kita alami saat ini. Sama-sama kita tahu, apa-apa susah, demikian juga dengan burung, apalagi lovebird yang harganya sudah ancur-ancuran. 

Memang si… di satu sisi kita ingin menjual burung dengan harga mahal, namun di sisi lain kebutuhan keluarga kita yang lebih mendesak yang terkadang harus mengorbankan hobi pribadi demi memenuhi kebutuhan rumah tangga yang lebih wajib agar tercukupi, apalagi jika sudah berurusan dengan anak, apakah itu susu anak, popok anak, atau pun keperluan keluarga lainnya yang memang lebih urgent daripada hanya sekedar hobi pribadi kita. Sering kita dicibir sesama teman sehobi, tetapi mereka belum tentu tahu kondisi yang terjadi dalam rumah tangga kita yang sebenarnya, makanya terkadang kita menjual barang yang bisa dibilang sebagai barang kesayangan kita, namun kembali lagi, demi memenuhi kebutuhan rumah tangga, tidak ada salahnya kita mengalah dan biarlah cukup kita saja yang menjadi bulan-bulanan dan bahan ejekan teman yang penting demi keluarga, anak-anak dan istri bisa tercukupi…   😉 sedih ya… hehehe tetap semangat !!!

Jangan lupa kita tetap harus semangat sambil berusaha teruuuus dan terus, sembari jangan henti-henti berdo'a karena dengan do'a yang selalu kita ulang dan ulang terus pada saatnya pasti akan Allah ijabah do'a kita tersebut, Insya Allah... 

Salam damai-9.com

BACA SELENGKAPNYA ...

Kenapa Ekor Ciblek Gunung (Cigun) Sering Rusak

damai-9.com - Dari beberapa pengalaman yang sempat saya lihat terkait perawatan ciblek Gunung (Cigun), banyak diantara burung-burung cigun mereka yang kondisi ekornya sebagian banyak rusah/tidak rapih, lantas timbul pertanyaan, Kenapa Ekor Ciblek Gunung Ekornya Rusak / Tidak Rapi.

Ada beberapa faktor penyebab ekor Cigun rusak:

1. Faktor penyebab utama yang paling sering terjadi adalah karena kondisi burung belum jinak (gerabak/liar), sehingga dalam kondisi seperti itu burung selalu bergerak gesit loncat kesana kemari bahkan terkadang di bagian paruh juga menjadi berdarah karena kondisi belum jinak tersebut dan bahkan apalagi kondisi burung masih bahan dan baru beli dari pedagang burung baik di pasar maupun toko/kios burung maka dijamin sebagian besar kondisinya masih giras dan gerabak.

Bisa juga diklik : Ciblek Gacor Untuk Masteran 

2. Penggunaan kandang, untuk cigun yang masih bahan, selayaknya jangan menggunakan kadang bulat lovebird. Betul kondisi ruji-rujinya kuat karena terbuat dari besi namun tidak bagus untuk cigung bahan yang kondisinya masih nggerabak karena disamping ekor mudah rusak, burung juga akan sering nabrak-nabrak yang berakibat burung mudah berdarah pada bagian atas maupun bawah paruhnya, sehingga kasihan jika selalu nggerabak, dan untuk meminimalisir agar burung tidak nggerabak yang diakibatkan kondisi burung masih bahan, maka hendaknya seharian full dikerodong dan dibuka hanya pada saat akan memberi makan dan minum. Maka alangkah baiknya gunakan kandang yang cocok untuk ciblek gunung yaitu pakailah kandang kotak yang terbuat dari bambu dengan ukuran kandang minimal nomor 3.

3. Sabar dan telaten dalam perawatan cigun yang masih bahan dan masih giras, tetap berikan makanan yang bernutrisi, EF yang cukup, apalagi jika masih bahan, maka tidak apa-apa jika kita perbanyak EF terlebih dulu sambil menunggu proses ngefoor dan proses penjinakan seperti jangkrik dan ulat hongkong, untuk kali ini bisa diberikan jangkrik pada pagi hari 5-7 ekor, siang bisa dikasih lagi juga sebanyak 3-4 ekor dan sore bisa dikasih 5-6 ekor, untuk ulat hongkong yang masih putih, cukup 2 ekor saja, pagi, siang dan sore

4. Perlu dicatat, untuk burung yang masih bahan, jangan sekali-kali dimandikan, biarkan saja burung tidak usah dimandikan, akan tiba saatnya nanti Cigun akan mandi dengan sendirinya jika kondisinya sudah fit.

Demikian semoga bermanfaat. salam damai-9.com 

ARTIKEL TERKAIT LEINNYA:

  • BURUNG CIBLEK GACOR MANTAB ! 
  • Cara Membedakan Ciblek Jantan dan Betina 
  • Sepasang Ciblek Beda Species yang Bisa Cocok dan Jodoh 
  • Daftar Harga Burung Di Kawasan Jakarta dan Sekitarnya 
  • Cara Merawat Ciblek Agar Cepat Gacor 
  • Video Ciblek Lainnya 
  • Video Cipoh / Cipow Jinak mantab
  • BACA SELENGKAPNYA ...

    CARA MERAWAT CIBLEK GUNUNG AGAR CEPAT BUNYI DAN GACOR + VIDEO CIBLEK GACOR

    damai-9.com - Salam Kicau Mania. Merupakan kebanggan tersendiri apabila pada saat merawat burung dan menjadi burung yang diharapkan dalam hal ini ciblek menjadi gacor dan "ngebren". Kali ini saya sampaikan bagaimana cara merawat Ciblek Gunung agar cepat bunyi dan gacor.   

    Di awal 2020, ciblek gunung juga sedang menjadi primadona para pecinta burung, disamping sebagai mater, ciblek gunung juga sudah banyak kelas lomba yang diadakan oleh beberapa EO di berbagai tempat.

    Tidak berbeda dengan beberapa artikel yang membahas tentang tips cara merawat burung kicauan baik yang diperuntukkan hanya sekedar hobi maupun yang sengaja dipelihara diperuntukkan sebagai burung lomba. Seperti pada artikel yang sebelum-sebelumnya dan juga tidak berbeda jauh dengan artikel yang disampaikan oleh para master burung kicauan yang ikut menyampaikan tips yang sangat akurat mengenai tata cara bagaimana cara merawat dan membentuk burung kesayangan kita agar rajin berkicau dan gacor.

    Bisa juga dilihat di video berikut :


    Burung dengan ukuran kecil ini dengan suara yang sangat nyaring dan lenting, sehingga sering burung ini dijadikan sebagai burung master yang bagus untuk burung-burung jenis kicauan lainnya, seperti untuk master burung kenari, murai batu, branjangan, cucak hijau dan lainnya.

    Dan berikut adalah Cara Merawat Ciblek Gunung agar rajin bunyi dan gacor:

    1. Pertama pemilihan jenis kelamin, bagi sebagian penggemar berpendapat, jika nembak2 maka jantan, dan untuk membedakan jenis kelamin ciblek jantan dan betina silahkan bisa klik 
    disini.
    2. Mandikan burung pada jam 7/8 pagi cukup dengan di semprot halus lalu lanjutkan penjemuran cukup + 2 jam setiap hari atau burung terkadang lebih suka mandi sendiri, untuk itu siapkan cepuk yang ukuran agak besar dan diisi air bersih.
    3.  Berikan jangkrik kecil 3 ekor pagi dan sore, ulat hongkong diberikan sebanyak 5-6 ekor pagi dan sore, dan juga berikan kroto cukup 2 - 3 seminggu. Berikan voer lembut, biasanya leopart atau untuk saat ini untuk saya, saya campur dengan voer super fit yang gold karna burung akan lebih aktif. 
    4.  Ketika mancantelkan burung di teras hendaknya jauhkan dari burung predator seperti cendet/pentet. 
    5.  Dekatkan dengan burung betina/burung muda maksimal 2 x seminggu selama 1 - 2 jam, untuk memancing agar mau mengeluarkan suara sedikit demi sedikit dan bertahap biasanya akan lebih sering rajin.

    Dan lakukan hal yang sama sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas dengan rutin setiap hari, khusus point memandikan dan penjemuran lihat kondisi cuaca, jika tidak memungkinkan cukup tambahkan dengan EF berupa ulat hongkong 2-3 ekor.  

    Sebetulnya kunci dari pada perawatan harian burung adalah tergantung dari setelan harian yang kita biasakan, dan setelan itulah yang dijadikan sebagai patokan dari perawatan burung setiap harinya.

    Atrtikel Terkait Lainnya Tentang Ciblek:  

    BACA SELENGKAPNYA ...

    Ternyata Apel Sangat Manjur untuk Pleci Jadi Bersuara Kencang dan Kristal

    damai-9.com -  Sebelum tahu, sebelum nanya dan ngobrol sama teman, sebelum membaca info di media ataupun di grup pleci, mulanya sekedar iseng mencoba ngasih buah apel ke burung pleci yang dikarenakan oleh karena stok buah kulkas seperti pisang dan pepaya kebetulan oas lagi habis dan yang ada di kulkas adanya buah apel dan juga buah lainnya.

     

    Tiba-tiba ada inisiatif untuk mencoba belah apel sebagain dan saya berikan ke pleci kali aja dia mau, lah ternyata memang doyan dan bahkan makannya juga kelihatannya semangat sekali.

    Boleh juga dibaca : Ketika Pleci Ditawar Rp 100 Juta 

    Selang beberapa waktu kemudian, lah kok suara pelci kok ada perubahan nih, yang semula tidak terlalu kencang menjadai lebih kenceng dan volumenya pun lebih keras serta lebih bening trus yang lebih joss lagi ketika sebelum diberi buah apel tadinya paling kalo pas lagi ngeplong hanya sekali “ketuk” dan setelah diberikan buah apel ternyata bisa 2 ketuk dan bahkan sesekali bisa 3 ketuk. Ooooh ternyata buah apel sangat banyak hasiatnya untuk burung pleci terutama manfaat untuk suara yang menjadi lebih kencang dan mengkristal.

     

    Dari pengalamn ini, kemudian saya mencoba share ke sesama teman yang mempunya pleci, eeeh… malah diketawain.. yaaaah telat sampean !...😊 karena tenyata memang sudah banyak yang tahu kalo buah apel memang bisa bermanfaat bisa membuat pleci bersuara kencang dan bersih. Selain apel, kawan juga menambahkan info, bisa juga dikasih buah kelengkeng, itu juga sangat bagus katanya untuk membuat pleci bersuara keras dan kristal serta akan cepat menambah gacor…. 😊😊😊… jadi malu kita !

     

    Demikian dan semoga bermanfaat. Salam damai-9.com

    ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:
    BACA SELENGKAPNYA ...

    Buah Anggur untuk Trucukan Liar

    damai-9.com - Saling berbagi untuk sesama makhluk hidup adalah pengalaman yang indah sesama makhluk ciptaan Allah. Suatu hari pas kebetulah sedang WFH atas tugas kerjaan yang harus diselesaiakan sambil dikerjakan di dekat kolam ikan di sekitaran teras rumah lantai atas yang juga terdapat tanaman anggur yang Alhamdulillah sudah berbuah sekalipun buahnya tidak terlalu lebat dengan kondisi belum banyak yang matang, namun demikian bagi burung terutama trucukan, ternyata buah anggur sekalipun belum matang walaupun sudah ada sebagian yang sudah mulai berwarna ungu bagi burung trucukan ternyata doyan juga bisa dilihat di video di sini sekalipun hanya sebentar karena sudah sempat makan beberapa biji buah anggur lalu terbang.

    Asyiknya apa yang kita lihat ini adalah sebuah pemandangan yang jarang saya lihat apalagi secara langsung di depan mata sendiri ternyata tanaman anggur yang kita tanam bermanfaat juga untuk makhluk lain yaitu trucukan. Semula sih perasaannya agak kurang ikhlas, waduh sayang banget ya, apalagi baru pertama berbuah… heheh, namun setelah difikir-fikir lagi, ya sudahlah, berbagai sesama makhluk ciptaan Allah, kalo kata ustadz itu adalah merupakan sedekah yang tanpa ria… semoga ya… 😊

    Lantaran saya melihat trucukan liar makan buah anggur yang saya tanam tersebut namun karena mungkin terlalu besar untuk langsung di telan sehingga terkadang pada berjatuhan buah yang tidak sempat kemakan dan akhirnya saya berikan juga ke Trucukabn rawatan yang ada di rumah, eeeeh… bener doyan juga dia.. 😊 Semakin asyik aja melihatnya.

    Berdasarkan pengalaman ini, tidak salah juga berbagi kepada sesama makhluk.

    Ada salah satu anak saya yang nganjurin untuk pasang perangkap saja Pak, namun tidak tega takutnya dia lagi ngeramin, atau sedang ngeloloh anakan, kalo kita jebak dan ketangkep akhirnya mungkin anakan yang masih ada di sarang siapa yang ngasih makan, kan kasihan. Akhirnya anak juga faham….

    Intinya tidak ada salahnya untuk saling berbagi untuk sesama makhluk hidup.

    Ada satu lagi, burung gereja juga demikian makan makanan bahan makanan yang sedang di jemur yang akan saya sampaikan di lain artikel.

    Semoga bermanfaat Salam damai-9.com

     

    BACA SELENGKAPNYA ...

    Berapa Lama Ekor Pentet Tumbuh Normal Kembali dan bagaimana Caranya Agar Cepat Numbuh

    damai-9.com - Hallo Sahabat Damai… Apa Kabar ? semoga senantiasa tetap dalam keadaan sehat wal’afiat… Aamiin. Kembali lagi di situs damai-9.com yang membahas tentang Hobi dan Pertanian. Saya akan menyampaikan sedikit gambaran dari pengalaman yang pernah saya alami terkait burung Pentet yang kebetulan ekornya bondol. Berapa lamakah ekor pentet akan kembali tumbuh dengan kondisi normal seperti sedia kala dan bagaimana caranya ?

    Memang sih, burung segacor apapun entah itu burung yang dikategorikan mahal dan mewah seperti Murai, Sucak Rowo, Wambi, Poksai Hongkong, dan juga burung dalam kategori sedang seperti Cucak Ijo, Kecer, Pentet dan burung-burung lainnya, akan terasa aneh dan kurang sedap dipandang sekalipun kondisnya rajin bunyi bahkan mungkin dalam kondisi gacor tetapi tidak ada ekornya, pastilah kurang asyik… 😊

    Kali ini saya akan membahas terkait burung pentet. Dan pada dasarnya Pentet bondol atau tanpa ekor ada 2 proses:

    - Pertama kondisi mabung. Dalam kondisi ini, artinya ekor copot dengan sendirinya, biasanya akan lebih cepat tumbuh kembali dikarenakan memang kondisi ekor sudah tua dan saatnya mabung (molting), maka dalam kondisi seperti ini ekor burung akan lebih cepat tumbuh kembali dengan catatan cara memberikan EF yang cukup dan sesuai sebagai sarana untuk membantu proses tumbuh kembali ekor dengan cepat dan benar. Untuk waktu tumbuh kembali biasanya sekitar 2 bulanan, namun kembali lagi tergantung pemberian EF yang sesuai dan tepat.

    - Kedua, dengan kondisi dicabut oleh pemilik burung. Alasan ekor pentet dicabut biasanya dikarenakan ekor burung jika kondisi burung belum terlalu jinak biasanya pada patah, nah dalam kondisi seperti ini biasanya kita akan lebih cenderung kurang enak melihatnya maka mending sekalian kita cabutin untuk kemudian kita tunggu tumbuh kembali ekor baru, akan tetapi biasanya cara seperti ini akan lebih beresiko ketimbang yang proses molting. Pada proses ekor kita cabut sendiri, untuk proses numbuh kembali biasanya agak lebih lama dan itupun dilihat dari kondisi burung juga biasanya akan lebih terlihat stress, namun demikian kita sebagai pemiliknya harus pandai-pandai mensiasatinya dengan cara kita kerodong full untuk beberapa waktu yang tidak tentu mungkin sekitar 2,5 - 3 bulan bahkan akan lebih lama hingga ekor kembali tumbuh seperti sedia kala tentunya tatap selalu berikan EF terutama jangkrik dengan teratur dan konsisten sehingga proses tumbuh ekor akan berlangsung normal sebagaimana burung yang ekor rontok dengan sendirnya.

    Demikian dan semoga bermanfaat. Salam damai-9.com

    BACA SELENGKAPNYA ...

    Cara Menanam Cangkokan Jambu King Ros di Pot Agar Bisa Berbuah Lebat

    damai-9.comSuasana senang, lega, girang (betawi) kalo tamanan yang kita tanam bisa berbunga dan kemudian bisa jadi buah apalagi jika tanaman yang kita tanam ini kita tanam dalam pot, pastilah akan memiliki rasa kepuasan yang berbeda dengan tanaman yang kita tanam langsung di tanah pekarangan ataupun kebun.

    Nah kali ini saya akan berbagi sedikti pengalaman yang saya alami yaitu menanam cangkokan jambu yang sempat saya cangkok kurang lebih sekitar 8 bulanan yang alhamdulillah bisa berbuah dengan lebatnya, walaupun pada saat berbuah di musim buah sebelumnya juga sempat berbuah namun tidak selebat buah yang sekarang ini.

    Nah, bagaimana caranya? Berikut caranya :

    1. Potonglah cangkokan Jambu King Ros seteleh cangkokan terlihat berakar tua dengan usia cangkokan kurang lebih sekitar 3 atau 3,5 bulan (conditional)…

    2. Siapkan pot untuk menanam, dianjurkan yang berukuran besar, minimal diameter 40cm. 

    Baca Juga : Proses Pembesaran Ikan Gabus dalam Kolam Ikan Nila

    3. Masukkan tanah yang bertekstur gembur (bukan tanah liat) cukup 1/3 pot, campur dengan humus dan juga pupuk kandang cukup sedikit saja dan diaduk hingga tercampur (pupuk kandang biasanya banyak dijual di tukang tanaman).

    4. Setelah tanah dimasukkan ke dalam pot, buka plastik cangkokan dan tanam cangkokan tersebut kemudian berikan tanah kembali hingga cangkokan tertutup atau hingga pot hampir terisi penuh dengan tanah atau sisakan permukaan tanah pada post sekitar 5 cm ke permukaan pot. 

    5. Siram dengan air secukupnya, jangan terlalu becek, kemudian letakkan cangkokan yang sudah ditanam dalam pot tersebut pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. 

    6. Kemudian jika sudah terlihat hidup yang ditandai dengan daun yang ada pada cangkokan tidak mengalami layu dan segar atau bahkan sudah tumbuh tunas baru, maka setelah 1 bulan tumbuh, berikan pupuk kemasan (bisa dengan NPK). 

    7. Ulangi pemupukan setiap 1 bulan dan tinggal tunggu hasilnya. 

    8. Jangan lupa siram tanaman cukup pada pagi (kondisional).

    Untuk hasilnya, silahkan bisa dilihat di video di bawah ini :

    Terima kasih dan semoga bermanfaat. Salam damai-9.com

    BACA SELENGKAPNYA ...

    Proses Pembesaran Bibit Ikan Gabus di Kolam Ikan Nila

    damai-9.com. Bismillahirrohmanirrohiim. Apa kabar teman-teman semua, semoga senantiasa dalam keadaan sehat wal’afiat dan diberikan kelancaran dalam segala urusannya dan bagi teman-teman yang saat ini sedang diberikan ujian sakit semoga segera sembuh dan diberikan kesehatan seperti sedia kala oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiin.

    Berawal dari saat berkunjung ke rumah saudara di sekitar daerah Depok tepatnya di Desa Limo, Cinere yang kebetulan beliau adalah seorang peternak Lele yang pada awalnya hanya iseng-iseng sekedar hobi saja, dan andaikan ada hasilnya dan bisa panen paling juga untuk konsumsi sendiri.

    Semakin lama semakin sering merawat kondisi bibit lele yang berukuran agak besar dan juga sering panen dengan porsi panen awal juga hanya beberapa ekor saja, pada saat panen yang ke sekian kalinya tiba-tiba diketahui oleh tetangga deket rumah kalau ternyata beliau beternak lele, lalu seorang dari tetangga deket rumahnya tersebut berminat membeli karena kebetulan pas banget lagi kepingin makan lele dan keliahatannya juga lelenya bersih, maka oleh saudara diperbolahkanlah untuk dibelinya, kemudian saudara berfikiran, “boleh juga nih piara lele banyakan… 😊

    Singkat cerita, akhirnya saya pun berminat untuk mencoba merawat lele namun sebagian orang rumah tidak suka lele, maka saya ganti dengan mencoba ternak ikan gabus. Tidak pakai pikir lama, pas akhir pekan langsung go to pasar Ikan parung dan beli bibit ikan gabus. Hingga artikel ini saya buat, kondisi bibit ikan gabus sudah berumur sekitar 1,5 bulanan. Bisa dilihat sebagaimana video di bawah ini :

    Proses pembesaran yang saya lakukan sangat simpel yaitu memanfaatkan kolam yang ada di rumah yang semula buat ikan koi namun karena ikan koi membutuhkan air yang harus selalu bersih, maka sepertinya ikan koi tidak kuat lama karena kesibukan yang saya alami akhirnya saya ganti dengan ikan Nila yang sekaligus bermanfaat juga untuk dikonsumsi.

    Tadinya bingung, mau taruh dimana sedangkan bibit gabus masih berukuran kecil pasti kalai langsung diceburin pasti akanmenjadi santapan ikan nila, akhirnya saya pisah dengan pembatas dalam proses pembesarannya sebagaimana yang tampak pada gambar.

    Alhamdulillah sampai dengan saat ini bibit sebanyak 150 ekor hanya mati sekitar 4 ekor saja dan saat ini sudah berukuran sebesar kelingking orang dewasa. Semoga tetap sehat dan bisa menjadi besar sehingga siap untuk dikonsumsi.

    Makanan harian saya berikan 2 kali sehari pagi sebelum berangkat kerja dan sore hari selepas pulang kerja.

    Demikian dan semoga bermanfaat. Salam damai-9.com

    BACA SELENGKAPNYA ...

    Setelah Rawat sekitar 1,5 Bulan, Alhamdulillah Semakin Rajin Bunyi

    damai-9.comKita pasti akan merasakan senang bila kita punya burung yang rajin bunyi apalagi jika sudah bisa dibilang gacor, pastilah sangat menghibur. Demikian juga alhamdulillah walaupun belum gacor tapi sudah cukup lumayan menghibur setalah perawatan kurang lebih sekitar 1,5 bulan sejak beli dengan kondisi sebelumnya masih belum seperti sebagaimana dalam video berudi bawah ini:   


    Sebagaimana pada postingan sebelumnya yaitu Cara Merawat Burung Samyong Agar Cepat Jinak dan Rajin Bunyi yang juga bisa dibaca disini, Alhamdulillah kini terbukti dengan perawatan yang saya lakukan selama ini. 

    Ada yang saya cermati selama kurang lebih 1,5 bulan ini, khusunya terkait penempatan (nyantelin) kandang burung pada saat setelah dijemur pada pagi hari yang saya lakukan adala, saya cantelin di posisi yang sama sekali tidak ada hewan terutama kucing yang lalu-lalang, karena sekalipun posisi kucing hanya sekedar lewat dan lumayan jauh dari kandang, terkadang tetap saja burung agak gusar yang berakibat burung terkadang tidak mau bunyi dan paling hanya teriak-teriak saja dan satu lagu, diusahakan jika ada di sekitaran rumah tanaman yang bisa memberikan sejuk di sekitar burung dimana ditempatkan, maka akan lebih baik lagi karena bunrung samyong terkenal sebagai burung yang tidak terlalu tahan dengan panas.

    Demikian semoga bermanfaat. salam damai-9.comn     

    BACA SELENGKAPNYA ...

    Cara Merawat Burung Samyong Bahan Agar Cepat Jinak dan Rajin Bunyi

    damai-9.comBaru sekitar 1 bulanan ngerawat burung yang memang sudah dipengenin sejak lama yaitu burung Samyong. Alhamdulillah kondisi burung ternyata sudah tidak terlalu nggerabak sekalipun pada dasarnya pada saat beli konidisi masih semi bahan dengan makanan harian masih menggunakan voer halus yang masih dicampur dengan kroto alias masih dalam tahap proses ngepurin sama saya kasih full EF berupa jangkrik.

    Sebulan merawat, dengan rawatan yang memang sengaja saya kasih EF banyak dan sedikit demi sedikit saya kasih voer kasar, alhamdulillah lama kelamaan mau juga makan vor kasar.

    Sebagaimana judul di atas tentang Cara Bagaimana Merawat Burung Samyong Bahan Agar Cepat Jinak dan Rajin Bunyi

    Berdasarkan pengalaman dan sharing dari teman dan juga membaca info di Medsos terkait cara perawatan burung Samyong ternyata memang agak sedikit beda dengan cara perawatan burung yang lain dan juga ada beberapa teman yang berpendapat kalau Samyong adalah burung yang dalam kategori rentan mati. Adapun cara yang saya lakukan selama perawatan kurang-lebih satu bulan ini kurang lebih sebagai berikut :


    1.       Pagi-pagi sekitar jam 5.30 WIB burung saya kelurkan dan dibuka kerodongnya untuk proses jemur.

    2.       Lanjut sekitar jam 6 an saat sudah mulai kelihatan terang saya kasih jangkrik sebanyak 13-15 ekor dan kroto saya berikan 2 kali dalam seminggu sebanyak 1 sendok dan juga saya kasih ulat honglong sekitar 1 sendok juga untuk 3 hari sekali

    3.       Lanjut sekitar jam 7-an saya mandikan dengan spray terus saya biarkan sambil dijemur sampai sekitar jam 8.15 trus saya pindah ke teras yang tidak terkena matahari 

    4.       Seharian di teras sampai sore dan akan kena matahari setelah waktu ashar

    5.       Sepulang kerja sampai di rumah sekitar jam 17.45, sambil burung saya masukkan ke dalam rumah, saya  kasih jangkrik lagi sebanyak 7-8 ekor, terus saya tutup dengan kerodong setelah jangkrik dimakan habis.  Dan seterusnya dan seterusnya, rutin setiap hari yang saya lakukan.

    Alhamdulillah setelah sebulan dirawat sudah voer kasara dan lumayan buat hiburan suaranya sebagaimana di video di bawah ini:

     

    BACA SELENGKAPNYA ...