HOBI & SI PETANI

KENAPA BURUNG ANIS KEMBANG HANYA NGERIWIK

damai-9. Karakter dasar jenis burung kicauan seperti Muari Batu, Cucak Ijo, Jenis Anis, Kacer, Pleci, Pentet dan masih banyak lagi jenis burung lainnya yang hanya ngeriwik dengan nada lirih saja atau orang sering neyebut dengan kata wiklus (ngeriwik alus) adalah merupakan sifat mereka dalam berbagai kondisi, seperti sedang kondisi nyaman, menikmati kebugaran karena mungkin sehabis mandi, menikmati semilir angin yang berhembus karena di sekitar kandang terdapat pepohonan yang rindang, kondisi kenyang dan banyak lagi alasan lain burung bersiul lirih (ngeriwik).

Banyak orang yang beranggapan burung ngeriwik adalah disebabkan oleh factor tertentu seperti kurang fit, kondisi sedang atau akan mabung, tetapi menurut kami, ngeriwiknya burung dalam kondisi mabung atau kurang fit berbeda dengan negriwiknya kondisi burung yang dalam kondisi segar atau nyaman seperti sehabis mandi, setelah makan kenyang, kondisi sedang fit dan lain sebagainya, karena menurut kami kondisi burung ngeriwik saat mabung, kondisi lagi kurang fit adalah sebenarnya burung sedang ngertintih berbeda dengan burung ngeriwiknya burung yang fit adalah merupakan kicaunya lirih burung yang sedang menikmati kenyamanan. Tapi tidak mutlak pendapat ini benar secara keseluruhan dan kembali lagi kepada pendapat masing-masing pada kicau mania.

Kali ini ada beberapa pendapat mengapa burung hanya ngeriwik saja :

ü  Dalam kondisi fit, burung yang hanya negriwik saja biasanya burung masih berusia mudah yang belum pernah mabung/ganti bulu  (molting)  

ü  Menjelang atau memasuki masa mabung. Burung mabung biasanya hanya ngeriwik-ngeriwik atau justru terkadang malah tidak mau bunyi. Burung mulai memasuki masa mabung biasanya sedikit demi sedikit terlihat bulu-bulu halus yang mulai rontok, dan ngeriwiknya burung pada saat seperti ini bisa dikategorikan burung dalam kondisi kurang fit. Dan ada beberapa cara untuk mempercepat proses mabung yaitu dengan memebrikan nutrisi yang sesuai yang dibutuhkan oleh burung pada saat proses mabung tersebut.

ü  Pasca mabung, biasanya juga cuma ngeriwik. Masa pemulihan setelah mabung juga burung dikategorikan sebagai burung dalam kondisi yang kurang fit, maka sebagaimana yang telah dijelaskan di atas bahwa kondisi ngeriwiknya fase ini sebetulnya adalah ngeriwiknya burung yang sedang merintih.

ü  Akibat kalah saat kontes / lomba (sparing) dengan burung lain, ini juga bisa mengakibatkan burung hanya ngeriwik-ngeriwik saja.

Aadapun solisi atapun proses perawatan yang dapat dilakukan agar burung bisa gacor diantaranya adalah :

1.    Tentunya burung sudah dalam kondisi sudah cukup berumur atau dewasa, ketika umuran sudah mencapai tahap dewasa maka seyogyanya burung sudah mau ngeplong tentunya dengan makanan dan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan burung.
2.    Jika burung dalam kondisi kurang fit yang diakibatkan oleh karena burung memasuki fase akan mabung, masa pasca mabung dan burung dalam kondisi sedang mengalami gangguan dalam hal ini mengakibatkan burung sakit maka selayaknay harus dikondisikan burung dalam kondisi sehat dan sembuh sehingga dapat mencerna makanan dengan baik yang akan berimbas kepada burung yang akhirnya bisa kembali rajin bunyi.

Sehingga kesimpulanya adalah, kondisi apapun burung untuk manjadikannya burung bisa rajin bunyi dan gacor adalah kondisi Fit.

Semoga bermanfaat
Salam damai-9

BACA SELENGKAPNYA ...

CARA MENGOBATI MURAI BATU SERAK

damai-9. Hampir seluruh kicaumania tidak ada yang tidak suka dengan kicauan Muari batu, dengan penampilan menarik, ekor panjang nan lengkung bergerak dengan lincahnay dengan iringan ocehan yang merdu dan variasi yang sangat indah, sudah tentu semua orang pasti akan menyukai dan ingin memeilikinya.

Trouble yang terjadi pada burung yang untuk saat ini masih selalu di nomor satukan untuk kelas ocehan ini adalah tidak jarang bersuara serak dan bahkan lama-lami suara habis hingga tidak bisa ngoceh lagi, lalu apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya ?

Beberapa factor yang terjadi di lapangan diantaranya :

Pemberian makanan yang kurang tepat

Burung mrai batu yang mengalami serak penyebabnya adalah pemberian makanan yang tidak sesuai dan kurang tepat, sebagai contoh pemberian kroto yang sudah basi. Lebih baik jangan berikan kroto yang sudah basi karna pada kroto yang sudah basi tersebut terkandung bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pada burung, maka untuk menghindari agar jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, berikanlah kroto yang masih segar. Artinya sekalipun dalam satu hari pemberian kroto diperkirakan cukup maka selayaknya jangan diberikan lagi di lain hari jika kroto sisa tersebut sudah basi.

Demikian juga pemberian makanan berupa voer yang tidak sesuai juga terkadang bisa menyebabkan suara burug jadi serak.

Gangguan pernapasan

Gangguan pernafasan ini serang terjadi karena kondisi kandang yang kurang bersih, maka akan bisa lebih menjaga kesehatan untuk burung terutama terkait kesehatan pernafasan dengan membersihkan kandang.  Perlu dicermati, bahwa mengkerodong burung dalam ruangan pun sebenarnya ada positif negatifnya dan yang perlu diperhatikan, kerodongpun harus dalam kondisi bersih dengan cara perlu juga untuk dicuci seminggu sekali sebagai contoh untuk menjada kebersihan kerodng dan menjaga kestabilan pernapasan burung.

Sirkulasi udara yang kurang baik

Kita sering menganngap sepele dalam memperlalukukan burung milik kita. memang dilema sih, taruh diluar takut hilang taruh di dalam terus burung kurang sehat, padahal untuk mendapatkan asupan aksigen yang cukup hendaknya burung ditaruh di luar rumah tidak hanya pada saat proses penjemuran saja tetapi sebetunya yang lebih bagus adalah sepanjang hari sebelumn malam atau sore hari dan lebih sempurna lagi apabila di gantang di sekitaran pohon pihon yang berdaun lebat sehingga bisa menghirtup oksigen yang sangat dibutuhkan oleh burung.  

Dan beberapa factor lain yang bisa menyebabkan burung serak diantaranya adalah :
-       terlalu sering dilombakan tanpa beristirahat
-       penjemuran yang berlebihan dan salah waktu jemur dan beberapa factor penyeba lainnya

Cara Mengobati Suara Serak pada Murai Batu dan juga Burung Lainnya

Secara Alamiah, yaitu dengan menggunakan jahe dan kencur dicampur dengan sedikit garam, adapun caranya adalah rebus semua bahan-bahan tersebut ke dalam dua gelas air hingga mendidih dan hingga air kelihatan keruh atau dengan estimasi air tingga sisa 1 gelas atau kurang dari 1 gelas. Kemudian angkat dan dinginkan air secara alami, setelah dingin saring dan masukkan ke dalam cepuk minuman untuk mkemudian masukkan ke dalam kandang sebagai pengganti air minum burung, namun hal ini hanya dianjrkan pada saat siang hari sehingga pada sore menjelang hari saat burung akan dikerodong dan dimasukkan ke rumah maka hendaknya ganti air tersebut dengan air putih biasa.

Perlu diingat, cuaca, kondisi lingkungan sekitar rumah, asupan oksigen yang cukup termasuk diantaranya adalah adanya tanaman yang berdaun lebat di sekitar rumah bisa mempercepat proses penyembuhan pada burung yang mengalami serak.

Semoga bermanfaat
Salam damai-9.com  

BACA SELENGKAPNYA ...

CARA MERAWAT DAN MENGOBATI MURAI BATU LUMPUH

damai-9. Rasa khawatir dan was-was apalagi termasuk burung dalamkategori mahal seperti murai batu. Bagi sebagian orang yang tidak terlalu meikirkan segi financial mungkin tidak masalah, namun bagi yang kondisinya pas-pasan apalagi seekor murai batu pastilah akan berusaha semaksimal mungkin dalam proses perawatannya keti murai batu miliknya menderita lumpuh pada kakinya.

Banyak artikel di internet yang membahas tentang penyebab murai batu bisa mengalami lumpuh.

Disini hanya akan disampiakan cara merawat dan mengobati kaki lumpuh yang terjadi pada burung murai batu, diantaranya burung diumasukkan ke dalam kandang, lebih diutamakan kandang besar berukuran pendek dan secara otomatis tenggerannya pun dibuat cukup pendek untuk mempermudah burung pada saat akan nangkring agar tidak terlalu ketinggian, sebab jika terlalu tinggi jika jatuh akan berakibat kesakitan yang bisa menambah semakin menambah cedera terhadap kaki burung.

Demikian juga berikan alas pada dasar kandang berupa kertas ataupun koran dengan tujuan menghangatkan burung pada saat sakit, dan jangan lupa letakkan makanan dan muniman di dasar kandang dan buatlah wadah makan dengan model datar.
   
Adapaun cara yang dilakukan untuk mengobati burung lumpuh adalah sebagai berikut:

      Berikan Extra Food dengan jumlah lebih banyak dari kebiasannya seperti jangkrik, kroto, ulat, dan lain sebagainya.
      Untuk kroto berikan setiap pagi, siang dan sore, cukup 1 sendok the tiap.
      Berikan ulat hongkong cukup 2 – 3 ekor pada pagi dan sore hari.
      Air minum harus diberikan dalam kondisi bersih dan matang, dan tersedia setiap waktu.
      Berikan larutan garam agar burung tak mudah lemas. berikan 1-2 kali seminggu.
      Berikan vitamin yang banyak tersedian ti took burung untuk menyembuhkan kelumpuhan pada burung. Berikan selama 7 hari berturut-turut.
      Setiap pagi, mulai pukul 6.30 burung dijemur di bawah sinar matahari pagi hingga sekitar pukul 09.00, karena sinar matahari pada pagi hari sangat bermanfaat bagi burung.
      Dan yang paling penting yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan minyak kayu putih dengan cara dioleskan pada kaki yang terkena lumpuh sambil dipijit-pijit dari pada hingga sekujur badan burung setiap pagi dan sore atau malam hari secara routin.

Dengan perawatan yang dilakukan secara routin dan sabar, maka Insya Allah akan membawa hasil, dan perlu diingat yang sangat oenting adalah apabila burung sudah muali berjanjak sembuh, pastikan tetap lekukan penjemuran di pagi hari.

BACA SELENGKAPNYA ...

HARGA CIPOW/CITO/SIRTU BANTEN LEBIH BERKUALITAS DAN LEBIH MURAH

damai-9. Weekend, Sabtu dan Minggu, tepatnya 1 September 2018. Cerityanya semenjak lebaran Idul Fitri belum liburan-liburan lagi sama keluarga, anak-anak dan istri, sehingga ingin juga liburn bersama keluarga dan pas kebetulan Ncing (panggilan betawi = Om) ngajak liburan ke pantai katanya, ya udah ayo aja, kebetulan emang lagi pengen liburan gitu… biar tidak hanya berlibur di rumah saja. tanpa ragu langsung terima tawaran pergi ke pantai tersebut, sehingga Alhamdulillah bisa juga jalan-jalan keluar rumah, rekreasi… heheheh.

Ngomong-ngomong, yang namanya hobi burung, dimana aja sedang ngapain tetep saja ketika denger suara cuitan pasti secara spontan terdengar suara burung apa yang di denger.

Pada saat lagi hunting oleh oleh buat keluarga yang di rumah, tiba-tiba terdengar suara cuitan rame dan ternyata ada tukang burung yang memejangkan beberapa burung jualannya, namun tidak seperti tukang buurng yang mankal  sebagaimana tukang burung yang ada di pasar-pasar burung, tukang burung satu ini menggunakan sepeda motor dengan beberapa tumpukan kandang yang di sekat-sekat untuk display beberapa jenis burung yang didagangnya.

Banyak jenis burung yang dibawanya diantaranya Cucak Ijo belum nopeng, yang menurut dia adalah jantan masih muda, tapi bagi kami penghobi burung walaupun bukan ahli banget tetapi paling tidak, ya tahu lah bedanya mana cucak ijo jantan dan betina, apalagi pada saat ditanya harganya cuman 300 ribu tapi biarlah itu urusan mereka dan akhirnya coba lihat2 burung yang lainnya saja.

Di kandang lain, ada burung berukuran sedang warna kuning seperti pleci dengan jumlah sekitar 9 ekor, pas tanya harga satuannya cuman 30 ribu, dalam hati “serius nih cumin 30 ribu ?”, trus kami Tanya lagi kalo beli dua boleh kurang ga ? trus kata tukang burung “kalo 2 ekor 50 ribu saja”, waduh makinan asyik nih, sementara kalo beli di Jakarta 1 annya bisa 50 – 60 ribu. Akhirnya beli 2 ekor seharga 50 ribu. Alhamdulillah sampai saa ini berarti sudah sekitar 1 bulan burung sudah bisa buat hiburan dan sudah lumayan rajin bunyi terutama sudah bisa nyebut namanya sendiri. Ciiiiiipow…!!!
BACA SELENGKAPNYA ...

TERNAK (BREEDING) JOSAN VS JOSAN ANAKAN BISA WARNA PASKUN

damai-9. Disaat ramainya para penggemar burung yang diantaranya hingga ke tahap berlomb-lomba menangkarkan (breeding) lovebird, bangga rasanya jika bisa breed lovebird dengan species mahal seperti misalnya; jenis biola, parblue dan lain-lainnya.

Sebagai pembreeding yang masih bisa dibilang pemula, 1 atau 2 hingga generasi ke 3 kali produksi pun sudah Alhamdulillah banyak bersyukur sekalipun baru mempunyai 4 - 5 pasangan saja, artinya pada saat berhasil menernakkan dan berhasil dengan tahapan-tahan yang sempurnya dari sejak mulai penjodohan hingga tahap terakhir membesarkan dan bahkan menjual anakan-anakannya.

Baca juga : Penyebab dan Cara Menyikapi Lovebird Macet Bunyi 

Yang akan dibahas di sini sebenarnya lebih focus pada warna indukan yang kita jodohkan untuk breeding. Terkait judul di atas, tidak sedikit orang yang agak sedikit memandang beda bahkan bisa dibilang agak meremehkan dengan pasangan lovebird yang kita rawat dan kita jodohkan apalagi hanya sekedang pasangan warna jantan dan betinanya sama-sama hijau (josan x Josan).  Namun demikian sebagaimana judul di atas “TIDAK USAH MINDER WALAU HANYA TERNAK JOSAN X JOSAN”, hal tersebut sudah saya alami sendiri, memang pasangan percobaan pertama kali yang saya miliki adalah pasangan Josan vs Josan. Memang semula agak sungkan, namun namanya juga pada saat itu masih dianggap sebagai pemula dalam hal breeding lovebird, makanya tidak salah walau hanya sekedar warna standar saja bahkan bisa dibilang warna paling standard.

Yang membuat perasaan senang dan bertanya-tanya, setelah sekian generasi dari anakan yang dilahirkan oleh pasangan Ijo Standar dan Ijo standard (Josan vs Josan) ternyata keluar warna Pastel Kuning  (Paskun) sebagaimana gambar di bawah, hal yang langka tentunya. Itulah keunikan.


Beberapa bulan lalu sempat juga ada seorang kawan yang menceritakan pengalamannya terkait breeding lovebird, pasangan jodohan yang dimilikinya Josan x Josan, tetapi uniknya warna anakan yang dihasilkan dari 3 ekor anakannya, ada 2 ekor Lutino dari anakan tersebut, tentunya hal yang jarang terjadi namun kenyataanya hal tersebut terjadi dan dibuktikan juga dengan yang saya alami sendiri ternak lobird dengan pasangan Josan x Josan (dark green) dan menghasilkan warna paskun.

Itulah …..
BACA SELENGKAPNYA ...

KEUNTUNGAN DARI TERNAK LOVEBIRD

Bagi para peternak Lovebird terutama yang sudah berpengalaman tentunya bukanlah sesuatu yang dianggap aneh dan lebih sebagai sebagai hal yang biasa-biasa saja pada saat melihat hasil masing-masing pasangan lovebirdnya yang sedang kaw1n, bertelur, ngeramin, netes, anakan tumbuh besar dan seterusnya. Di kalangan peternak yang sudah memiliki nama, dengan hasil anakan yang mencapai puluhan bahkan ratusan ekor per bulannya pastilah orientasi yang ingin dicapai pastilah persoalan keuntungan yang lebih, lebih dan lebih.

Berbeda dengan pengalaman bagi seorang peternak lovebird pemula. Sebagai pemula, pada saat awal proses penjodohan untuk satu pasang saja sudah merupakan kesenangan tersendiri, biarpun hanya warna josan sekalipun, mohon maaf bukan berarti mendiskreditkan lovebird warna tertentu nih. Artinya yang penting sebagai pemula asalkan sudah bisa mulai berjodoh saja sudah bersyukur banget, apalagi hingga terlihat mulai angkut sarang, setelah nunggu beberapa hari berikutnya lihat dalam glodok sudah ada telurnya, waduuuuh… merupakan kegembiraan yang tak ternilai, apalagi hingga tahapan merawat anakan hingga muali bunyi dan bahkan sampai menjual anakannya yang kemudian bisa membantu nambahi kebutuhan keluarga, kalo orang jawa bilang “iso nggo gawe tuku uyah” heheheh.

Teringat cerita seorang kawan, panggil saja Om Wit, yang hingga saat ini masih memiliki 2 pasang lovebird, bukan berarti tidak ada modal untuk menambah pasangan lagi tetapi karena setiap membeli dan menjodohkan pasangan yang ke 3 selalu ada kendala dan belum pernah berhasil-berhasil, hingga akhirnya masih tetap istiqomah di cukup 2 pasang saja. Sekalipun hanya dua pasang, Om pernah menetaskan masing-masing pasang 4 ekor anakan yang kemudian diposting dan akhirnya ditukar dengan seekor murau batu, artinya ketika kita sabar, istiqomah pasti Insya Allah akan ada hasilnya.

Dan satu lagi menurut dia “Alhamdulillah ada tambahan dari anakan, dan kawan saya tersebut juga bilang, “Susah nyari keuntungan dari merawat lovebird kalo bukan dari anakannya”, artinya kita keuntungan kita bisa dapat dari beternak bisa mendapatkan yang lebih sekalipun marawat biasa juga ada aja untung. Dan, semboyannya, “harga anakan 50 ribu per ekor pun dibilangnya masih ada untung jika ternaknya banyak. Namun yang pasti kita berharap mudah mudahan harga anakan lovebird tidak sampai segitu agar bisa mendapat keuantungan bagi yang merawat dan menernakkannya sekaligus menjaga dan memelihara dari kepunahan fauna terutama untuk jenis burung.

Semoga kita senantiasa berfikir, disamping mendapatkan untung dari segi materi, akan lebih baik lagi jika kita juga ikut serta melestarikan beberapa jenis fauna terutama burung yang akhir-akhir ini sebagian besar sudah mengalami kepunahan.

Semoga bermanfaat dan dan sukses dengan breeding.

BACA SELENGKAPNYA ...