HOBBY BURUNG DAN KEPERLUAN LAIN

damai-9. Berawal dari tidak lancarnya sirkuliasi air di rumah yang sempat tersendat dan kecil terutama di lantai atas hingga mengakibatkan keperluan konsumsi air keseharian kurang tercukupi dan memerlukan waktu lama untuk bisa mendapatkan air dengan porsi cukup.

Bertepatan dengan hari libur “nguli” (libur kerja) pas di hari Sabtu, tiba tiba terbesit keinginan untuk membeli pompa air untuk mendorong air yang sudah ada dipenampungan. Segera bergegas dengan persiapan dana yang diperkirakan ada lebihnya untuk membeli pompa air tersebut di sekitaran Pasar Taman Puring karena kebetulan tempat yang dekat dengan tempat tinggal kami. Dengan perjalanan hanya sekitar 10 – 15 menit sampai di kawasan sekitaran pasar Taman Puring banyak pedagang Pompa Air di pinggir jalan yang menjajakan dagangannya. Langsung saja menuju TKP dan nunjuk barang yang akan dibeli dan terjadi proses tawar menawar yang sangat singkat. Dapatlah pompa air yang dibutuhkan. Maaf, fotonya ambil dari lapak sebelah... hehe

Selesai transaksi pembayaran pompa air selesai, lihat sisa isi dompet, “Sepertinya masih cukup untuk membeli barang lain nih…” kata dalam hati. Dan mengapa pikirannya langsung tertuju pada “burung !!!” hahaha… itulah namanya hobby, susah untuk dihilangkan dari fikiran, selalu saja setiap kali ada kesempatan yang terbesit di benak pastilah tidak jauh-jauh dari kegemaran tersebut, untungnya Alhamdulillah istri tidak mempersoalkan dengan hobby yang satu ini… hehehe.

Sekitar 5 menit dari pasar Taman Puring menuju pasar Burung di kawasan sekitaran Pasar Kebayoran Lama, sesampai di pasar burung karena waktu juga sudah lumayan sore langsung saja hunting burung yang sebenarnya tidak ada target untuk mebeli burung apa yang akan dibeli karena memang dari rumah pada awalnya tidak ada niatan untuk membeli burung. Demikian juga, karena sudah sore, biasanya burung kondisinya kebanyakan sudah kurang gesit dan sudah mulai agak loyo karena sisa dari pagi hari karena memang seharian tanpa istirahat dengan banyak pengunjung datang lalu-lalang, terkadang ada yang sudah melihat dan menangkap dan tidak jadi beli dan lain sebagainya sehingga pastilah kondisi burung secara fisik sudah kurang fresh.

Sampai di ujung pasar burung, ada satu pedagang yang sepertinya ada beberapa burung miliknya yang terlihat masih terlihat sehat dan gesit. Cendet Jatim kata si pedagang yang sengaja menyimpan di kandang bagian bawah dan sedikit tertutup dengan kadang di depannya, jadi hanya yang beruntung saja yang bisa melihat burung tersebut. Tidak pake lama langsung tunjuk dan menawar burung cendet tersebut, akhirnya deal dan saya bayar dengan sisa isi dompet dari pembelian Pompa air tersebut. Alhamdulillah sekitar 4 hari yang lalu burung saya beli sampai saat ini, burung masih tatap sehat dan segar bugar dan sudah mulai ngevoer, artinya jika kondisi burung sudah mulai mau makan voer kebanyakan insya Allah akan berhasil, semoga saja. Maaf belum sempet upload foto.

Intinya: Susah memang jika sudah hobby, apapun keperluannya, tetap saja burung yang dicari… hahaha… 

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:
BACA SELENGKAPNYA ...

PEMANDANGAN UNIK DAN ASYIK BAGI KICAU MANIA "SEKELOMPOK BETET DI TAMAN SEKITAR WISMA BNI 46"

damai-9Pernah kami sampaikan pada artikel yang sudah lama kami tulis perihal segerombolan betet di kawasan taman di sekitaran Wisma 46 - Kota BNI dekat hotel Shangri-La.

Sepulang dari sholat Ashar di Masjid dekat tempat kerja yang berjarak sekitar 700 meteran dari gedung tempat mencari nafkah untuk keluarga, saat memasuki kawasan taman gedung tersebut karena memang sudah sore hari sekitar pukul 16.00 atau jam 4 sore, tiba-tiba serentak segerombolan burung betet yang sedang ramai mencari makanan di batang pohon kelapa sawit yang memang masih ada buahnya walau hanya tingga sedikit karena memang hampir tiap hari sesalu di kerumuni oleh betet-betet tersebut.


Bagi  sebagian orang mungkin hal ini merupakan hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi seorang kicau mania, hal ini merupakan pengalaman unik yang sangat indah untuk dinikmati, lain jika burung yang kita lihat sekedar burung gereja, burung trucukan, burung tekukur, atau burung burung biasa jenis lainnya, tetapi kali ini burung yang sudah jarang kita jumpai di sekitaran rumah ataupun di kebun-kebun dekat rumah kita. Karena keterbatasan waktu, hanya sekejap saja gambar yang dapat kami rekam. Tetapi tak apalah, mungkin di lain waktu bisa kami kirimkan dan upload video dengan durasi yang lebih lama lagi.    

Berikut sekedar video durasi pendek yang bisa kami perlihatkan. karena ternyata di Jakarta pun masih banyak burung langka yang masih ada di sekitaran taman yang terletak di pusat kota Jakarta. 



Demikian semoga bermanfaat.
BACA SELENGKAPNYA ...

ALTERNATIF JITU AGAR CUCAK IJO SEMAKIN GACOR DENGAN CACING TANAH

damai-9. Saat sedang browsing tentang perawatan burung khususnya cucak ijo yang sedang mengalami kendala “malas bunyi”, untuk itu berbagai cara dicoba dan informasi perihal cara yang tepat dan jitu agar Cucak Ijo yang semual malas-malasan, bisa menjadi rajin bunyi syukur-syukur gacor. Selama dalam perawatan yang dilakukan secara normal pastilah timbul pertanyaan kenapa burung Cucak Ijo tidak kunjung rajin bunyi, padahal secara umum perawatan sudah dilakukan sesuai standar perawatan yang sewajarnya dilakukan, seperti cara memberikan makanana, apa saja yang harus diberikan, pemberian Extra Food (EF) yang sesuai seperti misal jangkrik, ulat hongkong (UH) dan lain sebagainya, demikian juga dengan proses memandikan dan penjemurannya, namun demikian, sekalipun hal tersebut sudah dilakukan tetapi tidak ada perubahan yang significant yang terjadi pada Cucak Ijo tersebut.

Baca juga : Usia Cucak Ijo Mulai Nopeng

Pada dasarnya memang ada beberapa penyebab burung tidak mau bunyi dengan rajin, apalagi jika ini terjadi pada Cucak Ijo, karena sebenarnya Cucak Ijo termasuk burung yang mudah bunyi. Adapun penyebab yang kerap terjadi biasanya antara lain adalah; menjelang masa mabung / ganti bulu (molting) yang akan dialami si burung, tetapi Cucak Ijo biasanya, untuk sebagian burung sekalipun sedang mengalami pergantian bulu atau nyulam terkadang masih tetap rajin, walaupun semaunya. Selain molting, penyebab Cucak Ijo tidak mau bunyi juga terkadang karena perawatan yang kurang tepat. Banyak faktor yang dialami oleh si burung perihal perawatan yang menjadi penyebab si burung malas “ngomong” tersebut, heheh.., seperti jarang diberikan EF, Mandi dan Jemur yang tidak teratur dan bahkan hanya seminggu sekali jemur karena “tuannya” sibuk mencari nafkah alias kerja, berangkat gelap pulang gelap… hahah…, pemberian dan penggantian air minum yang terkadang terlupakan dan lain sebagainya. Yaaa… begitulah…   

Jihak hal ini terjadi sebagaimana uraian pada paragraf awal, dengan dasar tersebut maka pastilah kita membutuhkan referensi dan sumber berita yang bisa dijadikan sebagai rujukan untuk membentuk burung Cucak Ijo agar bisa rajin bunyi.

Satu postingan di sebuah media sosial FB, sebagaimana di gambar, tampak sebuah postingan yang disertai gambar seekor cacing tanah dengan penjelasan pertanyaan mengenai manfaat cacing tanah untuk Cucak Ijo, yang intinya apakah ada hal “unik” yang terjadai after pemberian cacing tersebut terhadap si burung tersebut.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama, pada saat artikel ini kami tulis, banyak juga yang memberikan pendapat atas pengalaman yang dialami pemilik CucaK Ijo tentang pemberian cacing tanah pada burung Cucak Ijo miliknya sebagaimana gambar berikut.

Untuk itu atas pengalaman yang telah dialami oleh seorang pemilik CI tersebut, tidak ada salahnya jika kita yang merasa mengalami problem sebagaimana yang sudah disampaikan, mencoba dengan melakukan tips tersebut. Demikian dan semoga bermanfaat. Salam damai-9    

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:

BACA SELENGKAPNYA ...

PERFORMA PLECI JAWA TIMUR UMURAN MUDA YANG PATUT DIPERTIMBANGKAN

damai-9. Pada hari libur kita biasanya selalu kumpul bareng keluarga, ngobrol, santai, bermain dengan anak-anak, kongko-kongko dengan saudara dekat, pokoknya menikmati suasana sabtai setelah selama sepekan bekerja mencari nafkah yang memang diperuntukkan buat keluarga.

Di sela-sela suasana santai, terbesit nafsu ingin meluncur sekedar refreshing sebagai penyaluran hobby yang memang susah terpendam … hehehh, maklum lah, mungkin hal ini juga pernah terjadi pada kawan-kawan semua.

Sesampai di sebuah pasar burung di daerah pasar Kebayoran Lama, tepatnya di stand khusus Pleci dan burung-burung kecil, langsung “shoot” sebuah kandang ukuran kecil ber-isikan burung pelci usia muda yang di gantang berdekatan dengan tiang penyangga fly over di sekitaran pasar kebayoran lama yang menurut si penjualnya burung tersebut bawa langsung dari jawa timur pada saat pulang kampung di saat lebaran. Asyik memang, di suasana ramai, banyak orang lalu lalang, banyak pengunjung yang melihatnya bukannya takut dan diam berkicau malah justru semakin ramai dan semakin mempesona dan semakin menarik perhatian para pengunjung yang melihatnya. Ada 2 kandang yang memang sangat asyik dan unik yang menurut si penjualnya kedua burung tersebut memiliki prospek dan kualitas yang sangat bagus untuk ke depannya.

Saya baru sempat menshoot pleci yang usia muda sebagaimana gambar video di bawah.




Btw, setelah ngobrol panjang lebar, “Piro regane kang ?”, tanya saya, artinya : berapa harganya kang ? lalu dia jawab “Sing siji Rp 850 ewu, terus sing isih nom Rp 450 wae” artinya “yang satunya 850 ribu dan yang masih mudaan 450 aja”. begitulah jawaban si penjual yang memang setelah lebaran ini sangat banyak sekali stock burung yang di jualnya.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:
BACA SELENGKAPNYA ...

BRANJANGAN, PENGHIBUR YANG ASYIK DAN UNIK

damai-9. Di antara ribuan bahkan jutaan atau puluhan juta pecinta burung, mungkin berapa persen saja dari jumlah tersebut yang menyukai dan hobbi dengan burung Branjangan.

Pengalaman pribadi, sebenarnya enak dan asyik menikmati ocehan burung Branjangan ini. Beberapa saat setelah men-take over dari pemilik sebelumnya, Alhamdulillah sesampai di rumah burung digantang langsung ngeriwik. Padahal menurut beberapa pendapat, Branjangan biasanya susah bunyi jika berpindah-pindah tempat dan memerlukan waktu yang lumayan lama dalam proses adaptasinya. Tetapi kali ini lain-dari pada yang lain. Alhamdulillah.


Sebagaimana yang pernah kami tulis pada artikel sebelumnya dengan cuplikan paragraph berikut, “Sempat beberapa hari lalu ngobrol-ngobrol ringan sambil ngupi dan ngudut… heheheh bersama kawan sesama penghobi burung, kebetulan ada salah seorang diantara mereka adalah pemain burung yang boleh dibilang sudah senior, dan menurut saran beliau ketika saya akan tukar BR yang saya miliki dengan Love Bird yang sudah rajin milik kawan, kata beliau “ga usak dituker” tidak usah ditukar dan mending dirawat saja apalagi kondisi sudah mapan sekalipun belum gacor.

Secara singkat menurut beliau (panggil: Om Wit), BR sekalipun belum rajin bunyi tetapi ketika sudah mau nangkring pada tangkringan bagian atas yang biasanya juga terbuat dari batu apung, itu sudah menunjukkan nilai lebih dan sudah memiliki harga lain apalagi jika sudah bunyi. Karena itulah keunikan burung Branjangan yang menurut beliau. Jangankan sudah rajin dan gacor, sudah mau nangkring diatas dan stand-by pun sudah memiliki nilai lebih.

Itulah sedikit gambaran bahwa memiliki Branjangan ternyata memang unik. Tidak bisa dipaksakan dan butuh keihlasan dan kesabaran.

Ada tips yang diberikan oleh seorang kawan Kicau Mania perihal perawatan Branjangan, menurut beliau, “Kuncinya adalah dengan memberikan ulat hongkong dan jangkrik setiap hari dengan porsi tepat dan penjemuran yang cukup dengan durasi yang lebih lama dari durasi penjemuran jenis burung lainnya, karena Branjangan memang burung yang tahan panas, maka diharapkan burung akan lebih cepat bunyi, ngriwik dan selanjutnya akan ngeplong”.   

Namun semua itu kembali lagi kepada kita sebagai penghobi burung sekaligus pelestari lingkungan terutama yang menyangkut tentang fauna, dan lebih specific lagi terkait dengan burung, alangkah baiknya ketika kita merawat burung, hendaknya disamping kita ambil manfaat dari segi materi, seperti halnya jula maupun beli, namun lebih bernilai lagi jika kita memikirkan seberapa besarkah partisipasi kita atas kelestarian lingkungan kita ini khusunya burung.

Btw, sebenarnya ini burung sebagaimana di gambar, kandangnya masih hak milik si pemilik sebelumnya, untuk itu bagi pembaca yang memiliki kandang Branjangan second barangkali ada yang nganggur, dari pada tidak terpakai bolehlah info sejak tanggal artikel ini kami buat : 26 Juli 2016, bisa telp ke 0856 198 6799 (WA). Demikian dan terima kasih. Salam damai-9.com   

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:


BACA SELENGKAPNYA ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...