Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung. Tampilkan semua postingan

PLECI TENAR KEMBALI. DAKUN MURIA BAHAN DIBANDROL RP 1,8 JUTA DAN PENAMPILAN AVIARY 200 RIBU

damai-9.com. Sekedar berbagi pengalaman breeding Pleci yang saya tekuni sendiri di aviari yang saya buat sekedar memanfaatkan teras rumah di lantai atas bagian belakang dengan ukuran yang cukup sempit 200cm x 120cm x setinggi plafon + 2,5 meter (p x l x t). 

Saat ini kebetulan pleci sedang ramai kembali bahkan melebihi ramainya pada beberapa tahun lalu, dan ada beberapa teman yang menginfokan kalo harga pleci saat ini sangat fantastik, antara lain :

Pertama yang paling Top Score yaitu Pleci Dakun Muria, untuk kondisi yang sudah rajin atau dibilang gacor belum pernah menang kontes harga standar di Rp 1,8 Juta 

Kemudian kedua yang tidak kalah tenar yaitu Pleci Dakun Merapi Mamer (Mata Merah) dengan kondisi yang sama seperti dakum Muria yaitu point di bawa ,1 yaitu Rp 1,7 juta

Kemudian menyusul Pleci yang saat ini paling banyak diminati namun untuk harga masih di bawah Dakun Muria dan Dakun Merapi yaitu Pleci Pacitan, yang kebetulan punya beberapa dan ada satu diantaranya sekitan sebulanan ini terbang dan lepas dan tak kembali lagi padahan sudah gacor, dulu ketika beli bahan Rp 450 ribu, dan saat ini dengan kondisi yang sudah gacor dan belum pernah menang kontes dibandrol di harga sekitar Rp 700 rb

Menyusul Pleci Dakun Gunkar (Gunung Karang), Dakun Gunsal (Gunung Salak), Dakun Jatim, Dakun Jateng dan Dakun lainnya yang harganya kisaran antara Rp 500 hingga Rp 250 ribuan, tergantung kondisi burung.

Sementara ada beberapa jenis pleci lain juga banyak yang minat diantaranya Dakbal (dakun Bali) yang juga jika sudah gacor juga lumayan harganya.

Dan ini hanya sekedar info barang kali  bisa menginspiorasi teman-teman untuk membuat aviari sederhana sekedar memanfaatkan lahan yang ada :


Terima kasih 

Salam Damai-9

   
 


BACA SELENGKAPNYA ...

Cara Beternak (Breeding) Burung Pleci di Kandang Aviary Agar Berhasil

damai-
9.com - Assalamu'alaikum Teman-teman semua, salam jumpa kembali setelah postingan terakhir di akhir September 2024, tidak memposting artikel terkait dengan perburungan dan juga hal lainnya yang dikarenakan ada 1 dan lain hal, berarti sudah 9 bulan lebih tidak mengudara... hehehehe, namun do'a kami semoga teman-teman dan juga kita semua semoga senantiasa diberikan panjang umur, sehat wal'afiat, dimudahkan segala urusannya dan dimurahkan rizqinya oleh Allah SWT, Aamiin...

OK teman-teman semua, kali ini di pertengahan tahun 2025, saya ingin mencoba memaparkan "Bagaimana Cara Beternak Pleci (Breeding) terutama Pleci Dakun Jawa yang Alhamdulillah hingga artikel ini kami posting sudah membuahkan hasil berupa anakan yang samapi saat ini sudah generasi ke 5 baik yang laku diadopsi oleh sesama Pleci mania, dirawat sendiri ataupun yang sudah menetas namun tidak bertahan lama dikarenakan diserbu dan dibantai oleh sesama oenghuni Aviary dan juga berbagai alasan lainnya yang akan saya infokan di sini.

Pleci, terutama yang spesien dakun, apalagi Dakun Merapi, Dakun Muria, Dakun Pacitan, Dakun Jatim, Dakun Gunkar (Gunung Karang), Dakun Jateng ataupun species Dakun lainnya, saat ini memamng sedang menjadi trend pembahasan bagi para Pelci Mania (Pleman) yang memang beberapa tahun yang lalu sempat redup setelah di tahun-tahun sebelumnya juga sangat jadi bahan perbincangan.

Ada beberapa pengalaman yang sempat kami alami dalam prosesnya memang tidak semuanya lancar namun secara garis besar bisa dikatakan lancar karena Alhamdulillah dalam tahun 2025 ini hingga sekarang sudah 5 generasi, adapaun salah satu pengalaman dalam proses breeding Pleci bisa dilihat di Channel Youtube Damai-9, berbagai pengalaman terkait breeding Pleci tersebut, untuk selengkapnya bisa di tonton di video di bawah ini.


Memang sih, kata orang "Susah ternak pleci ! ada juga yang bilang gampang ternak pleci, asal dikasih ini dan itu, jodoh, kawin, jadi !" 

Sebenarnya dibilang susah ya tidak susah-susah amat atau bisa dibilang lumayan gampang, dibilang gampang juga lumayan butuh kecermatan dan kesabaran serta butuh ketepatan waktu dalam memproses Pleci dari jodohin, nelor, ngerami, negloloh anakan dan seterusnya yang memang butuh kecermatan waktu yang pas agar dalam proses breeding berhasil hingga anakan menjadi dewasa dan hidup normal.

Masih banyak yang harus disampaikan, namun sepertinya akan kami ulas pada artikel berikutnya... Insya Allah...

Salam Damai-9

BACA SELENGKAPNYA ...

Membuat Aviary di Pinggir Jalan Raya, tapi Alhamdulillah Justru Berhasil...

Jumpa lagi di blog Hobi & Si Petani. Kali ini saya hanya sekedar akan berbagi atas pengalaman keponakan saya yang tinggal di kampung, di Batang Jawa Tengah tepatnya di Jl. Raya Bawang - Dieng, Bawang, Batang. Sebagian besar orang yang sempat membuat kandang aviary biasanya menempatkan aviary tersebut di belakang rumah, di samping pekarangan rumah, atau sekalipun di depan rumah namun yang tidak terlalu berisik dengan kondisi sekitar aviary. Nah, untuk yang ini berbeda dengan yang lainnya, kepanakan saya ini justru membuat kandang di depan rumah sekaligus di pinggir jalan raya, yang notabene pastilah kondisi sekitar berisik dan sangat ramai, namanya juga jalan raya kan... namun demikian sekalipun di pinggir jalan raya, oleh keponakan saya ini justru berhasil hingga burung-burung yang ada dalam aviary tersebut sempat berkembang biak dengan normal dan tabnpa merasa terganggu bahkan hingga berkali2, terutama burung kacer yang ada didalamnya. 

Untuk lebih jelasnya, silahkan tonton video berikut ini...        


Terima kasih. Salam damai-9.com 

BACA SELENGKAPNYA ...

KENAPA BLACKTHROAT TIDAK MAU MENGERAMI TELORNYA

damai-9.comSelamat sore teman-teman semuanya, semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, dimurahkan rizqinya dan dimudahkan dan dilancarkan segala urusannya oleh Allah, Tuhan YME…. Aamiin.

Kali ini saya akan mencoba menulis terkait pengalaman atas kegagalan proses mengerami pada Burung Blackthroat yang saya alami beberapa hari ini. 

Awalnya berasa seneng banget, “girang” banget, senang sekali ketika pasangan blackthroat yang saya miliki terpantau  mengangkut sarang ke tempat sarang yang saya sediakan di dalam kandang gantung yang berisi sepasang blackthroat dengan jantan boswana dan betinya keturunan sombos dan lebih girang lagi pas terpantau kawin… Waduuuuhhh… senengnya bukan main dah ah. Demikin juga nambah senang lagi pas ngintip sarang sudah ada telornya, widiiiih… bukan maen dah ah, dan tidak kalah senangnya ketika melihat indukan sudah terpantau mulai mengerami, hanya rasa syukur dan bahagia yang saya rasakan karena sebagai pemula, pastilah siapapun akan merasa senang ketika mengalami kejadian seperti ini, bak ketika pada zaman kecil kita dulu kita dibelikan sepeda oleh Bapak kita yang sepedanya sore hari baru datang, rasanya malamnya kita tidak bisa tidur dan selalu menunggu-nunggu datangnya waktu pagi, kapaaaannn paginya ya.. heheh, demikian juga hal yang sama yang saya rasakan saat ini.

Namun tiba-tiba merasa sedih, kecewa atas apa yang terjadi di hari ke-4 proses mengerami, ternyata indukan blackthroat tidak mau melanjutkan mengerami, seketika itu pastilah sedih… heheh, namun demikian tidaklah perlu berlarut-larut. Jadikan pengalama kegagalan pertama dan kedua ini sebagai bahan pelajaran agar diproses berikutnya bisa berhasil.

Sebagaimana video berikut ini :

Pada kesempatan pertama sebelumnya, sebenarnya pernah mengalami gagal yang diakibatkan oleh karena kandang selalu dipindah-pidah pada saat indukan betina mengerami yang berakibat indukan merasa tidak nyaman sehingga indukan enggan untuk mengerami telur-telurnya, adapun kegagalan yang kedua ini pada dasarnya sudah ½ proses mengerami tetapi faktor kegagalannya menurut kawan-kawan diakibatkan karena pada saat mengerami saya beri makanan ef berupa “keroto” sehingga efeknya dapat menaikkan birahi kembali pada indukan betinanya. Naah… karena itulah, indukan tidak mau melanjutkan mengerami. Itu menurut pendapat teman-teman, kayanya sih ada bener begitu.

Intinya, dari kejadian tersebut atas kedua kali kegagalan yang saya alami ini hendaknya menjadi bahan pembelajaran buat saya pribadi dan buat teman-teman pembaca Blog Si Petani ini yang mungkin menglami hal yang serupa, agar lebih berhati-hati dalam merawat burung peliharaan kita dan tentunya lebih baik bertanya kepada para senior kita yang mungin sudah lebih faham mengenai bagaiman cara breeding burung yang kita miliki terutama dalam kasus ini adalah blackthroat.

Demikian share pengalaman yang saya alami ini semoga bisa menjadi bahan renungan agar kedepannya bisa berhasil dalam merawat burung terutama dalam hal breeding.

Terima kasih. Salam damai-9.com

ARTIKEL LAINNYA :

BACA SELENGKAPNYA ...

CARA MERAWAT CIBLEK GUNUNG AGAR CEPAT BUNYI DAN GACOR + VIDEO CIBLEK GACOR

damai-9.com - Salam Kicau Mania. Merupakan kebanggan tersendiri apabila pada saat merawat burung dan menjadi burung yang diharapkan dalam hal ini ciblek menjadi gacor dan "ngebren". Kali ini saya sampaikan bagaimana cara merawat Ciblek Gunung agar cepat bunyi dan gacor.   

Di awal 2020, ciblek gunung juga sedang menjadi primadona para pecinta burung, disamping sebagai mater, ciblek gunung juga sudah banyak kelas lomba yang diadakan oleh beberapa EO di berbagai tempat.

Tidak berbeda dengan beberapa artikel yang membahas tentang tips cara merawat burung kicauan baik yang diperuntukkan hanya sekedar hobi maupun yang sengaja dipelihara diperuntukkan sebagai burung lomba. Seperti pada artikel yang sebelum-sebelumnya dan juga tidak berbeda jauh dengan artikel yang disampaikan oleh para master burung kicauan yang ikut menyampaikan tips yang sangat akurat mengenai tata cara bagaimana cara merawat dan membentuk burung kesayangan kita agar rajin berkicau dan gacor.

Bisa juga dilihat di video berikut :


Burung dengan ukuran kecil ini dengan suara yang sangat nyaring dan lenting, sehingga sering burung ini dijadikan sebagai burung master yang bagus untuk burung-burung jenis kicauan lainnya, seperti untuk master burung kenari, murai batu, branjangan, cucak hijau dan lainnya.

Dan berikut adalah Cara Merawat Ciblek Gunung agar rajin bunyi dan gacor:

1. Pertama pemilihan jenis kelamin, bagi sebagian penggemar berpendapat, jika nembak2 maka jantan, dan untuk membedakan jenis kelamin ciblek jantan dan betina silahkan bisa klik 
disini.
2. Mandikan burung pada jam 7/8 pagi cukup dengan di semprot halus lalu lanjutkan penjemuran cukup + 2 jam setiap hari atau burung terkadang lebih suka mandi sendiri, untuk itu siapkan cepuk yang ukuran agak besar dan diisi air bersih.
3.  Berikan jangkrik kecil 3 ekor pagi dan sore, ulat hongkong diberikan sebanyak 5-6 ekor pagi dan sore, dan juga berikan kroto cukup 2 - 3 seminggu. Berikan voer lembut, biasanya leopart atau untuk saat ini untuk saya, saya campur dengan voer super fit yang gold karna burung akan lebih aktif. 
4.  Ketika mancantelkan burung di teras hendaknya jauhkan dari burung predator seperti cendet/pentet. 
5.  Dekatkan dengan burung betina/burung muda maksimal 2 x seminggu selama 1 - 2 jam, untuk memancing agar mau mengeluarkan suara sedikit demi sedikit dan bertahap biasanya akan lebih sering rajin.

Dan lakukan hal yang sama sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas dengan rutin setiap hari, khusus point memandikan dan penjemuran lihat kondisi cuaca, jika tidak memungkinkan cukup tambahkan dengan EF berupa ulat hongkong 2-3 ekor.  

Sebetulnya kunci dari pada perawatan harian burung adalah tergantung dari setelan harian yang kita biasakan, dan setelan itulah yang dijadikan sebagai patokan dari perawatan burung setiap harinya.

Atrtikel Terkait Lainnya Tentang Ciblek:  

BACA SELENGKAPNYA ...

CARA MEMBEDAKAN JENIS KELAMIN TRUCUKAN (TROCOK) JANTAN DAN BETINA

damai-9.com - Cara membedakan burung trucukan / trocok yang jantan dan betina:

TRUCUKAN JANTAN

  • Jika kita lihat dan buka mulutnya, tenggorokan brwarna kuning
  • Ukuran badan lebih besar dan kekar serta lebih tegak
  • Warna hitam di sekitar mata lebih hitam dan contras, umur burung semakin tua lebih semakin kelihatan perbedanya.
  • Warna dada agak sedikit gelap
  • Ekor pada trucukan jantan biasanya ngumpul (tidak menyebar)
  • Bentuk leher lebih kekar dan besar
TRUCUKAN BETINA
  • Jika kita lihat dan buka mulutnya, tenggorokan berwarna normal putih saja
  • Ukuran badan lebih kecil dan ramping 
  • Warna hitam di sekitar mata lebih bersih dan putih
  • Warna dada lebih cerah dibandingkan jantan
  • Ekor pada trucukan jantan biasanya nyebar (tidak ngumpul)
  • Bentuk leher lebih langsing dan ramping
  • dan yang paling lebih kelihatan bedanya kalo betina berdirinya biasanya tidak tegak dan agak nempel ke tangkringan
Demikian tips dan cara membedakan trucukan/trocok jantan dan betina, semoga bermanfaat.

Salam kicau mania
BACA SELENGKAPNYA ...

TIPS AGAR BURUNG TRUCUKAN CEPAT JINAK / CARA MENJINAKKAN BURUNG TRUCUKAN

damai-9.com - Berbahagialah bagi para penggemar Trucukan, karena saat ini trucukan sudah semakin banyak penggemarnya , yang ditandai dengan sudah mulai banyaknya lomba2 burung yang bisa dibilang sebagai duplikat cucak rowo ini semakin banyak yang menyukainya. 

Ada Beberapa cara agar Trucukan Cepat Jinak. 

1.    Terapi Mandi

Menurut beberapa pengalaman yang sudah disampaikan oleh para penggemar perburungan terutama burung Trucukan, burung bisa jinak secara alami dan juga bisa jinak dengan cara proses penjinakan yang kita lakukan, dan proses menjinakkan burung jika dilakukan secara alami akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan  penjinakan yang kita lakukan oleh kita sendiri sekalipun cara yang kita lakukan terkadang dinilai lebih extreme (agak kasar dan sedikit sadis), seperti misal ketika memandikan burung  yang masih liar dengan cara kita mandikan hingga basah kuyup sampai seluruh bulunya basah, jangan panik ketika burung kelabakan kesana kemari bahkan hingga luka dan berdarah di sekitar paruh dan itu pasti akan terjadi ketika kita lakukan terapi mandi tersebut pada burung yang masih liar. Bahkan ada saran yang lebih extreme lagi yaitu dengan cara dicelupkan ke dalam air untuk berapa detik, tapi untuk yang ini belum saya coba lakukan. maaf...  


Boleh dilihat : Trucukan Tidak Bisa Jinak Akhirnya Dilepas Saja. Tidak tega kalo melihat pada saat memberi makan dan minum selalu kelabakan hingga berdarah-darah.

Mengapa kita harus memandikan sampai basah seluruh bulunya (bhs. jawa: nganti cerindil) dan berdarah di sekitar paruhnya, tidak masalah, karena setelah dimandikan burung akan merasakan lapar, dan mulailah berikan makan seperti jangkrik, caranya kita berikan dengan dengan lidi, jika belum mau makan, coba tarik ulur untuk mencoba seberapa minatnya burung terhadap jangkrik yang kita pegang sampai dia mau makan, jika memang benar-benar belum mau makan tinggalkanlah jangkrik dicepuk minuman, hari berikutnya lakukan hal yang sama, ketika sudah mulai tidak terlalu takut lakukan pemberian jangkrik dengan tangan kita langsung, dan seterusnya-dan seterusnya hingga burung trucukan benar-benar jinak.  Maka di sinilah burung akan mulai terbiasa dengan kita dan akan merasakan ketergantungannya kepada kita dan bahkan bagi si burung, kita bukan lagi dianggap sebagai musuk namun akan dianggap sebagai teman dan tuannya.

2.    Penempatan Posisi Lokasi Kandang

Pada burung yang masih liar pasti akan kelabakan jika kita letakkan di tempat yang ramai banyak lalu-lalang orang secara langsung, namun ada cara yang sedikit lebih santai dan tidak terlalu membuat stress burung yang masih liar, yaitu dengan meletakkan kadang agak sedikit jauh atau tinggi yang disekitarnya banyak lalu lalang orang sekalipun agak jauh. Kemudian kita cermati, jika burung sudah mulai merasakan tenang agak sedikit kita dekatkan, dan seterusnya hingga burung tidak merasakan terganggu jika kita dekati.

Cara memandikan dan perlakuan kita terhadap burung tersebut diatas memang dinilai agak sedikit kejam dan sadis, namun itulah terapi agar burung kesayangan kita bisa jinak sesuai dengan harapan kita. Namun jika pilihan kita biarkan jinak secara alami, ya harus sedikit bersabar.

Dermikian tips yang disampaikan, dan hal ini tidak mutlaq harus dilakukan, karena mungkin masih ada tips yang lebih jitu yang bisa juga dilakukan. 



Semoga bermanfaat.
Salam damai9

Sahabat Kicau Mania, apabila artikel ini bermanfaat buat Anda dan jika berkenan silakan like di Facebook. Terima kasih


ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:
BACA SELENGKAPNYA ...

Penyebab Indukan Lovebird Tidak Mau Mengerami Telurnya

damai-9. Penyebab Indukan Lovebird Tidak Mau Mengerami Telurnya. Tahapan ke sekian kali yang bisa dianggap sebagai langkah keberhasilan setelah tahap proses penjodohan kemudian dilanjutkan dengan proses kawin yang diiringi dengan tahap indukan lovebird bertelor yaitu proses pengeraman oleh sang induk.

BACA JUGA : Ciri-Ciri Lovebird yang Memiliki Prospek Bagus
Untuk membaca, klik tulisan yang bergaris bawah di atas.

Tidak sedikit dalam proses breeding Lovebird yang sering terjadi khusunya pada tahap mengerami telur oleh indukan mengalami kegagalan yang akhirnya berimbas pada telur-telur yang ada tidak menetas.

Banyak penyebab yang mengakibatkan indukan Lovebird tidak mau mengerami yang ditandai dengan terlalu sering indukan keluar dari glodok tempat ia bertelur. Berikut adalah beberapa penyebab yang sering terjadi:

1.     Suasana di Sekitar Glodok Terlalu Brisik

Penyebab ini yang paling sering terjadi diantara beberapa penyebab lainnya. Kondisi di luar glodok yang terlalu brisik seperti, anak-anak keseringan bercana di sekitaran glodok dengan suara-suara candaan sambil memegang kandang tempat indukan lovebir dbertelur sangat berakibat fatal dan akhirnya indukan akan lebih memilih keluar dari glodok daripada tidak nyaman di dalamnya.

2.     Udara di dalam Glodok terlalu Panas

Hal ini juga menyebabkan indukan tidak nyaman di dalam glodok karena sangat panas, sehingga indukan mendingan milih keluar dari glodok. Hal ini biasanya terjadi pada saat musim kemarau. Bagaimana strategi agar sekalipun di musim kemarai tetapi indukan lovebird merasakan nyaman pada saat mengerami ? caranya adalah, jika kandang penangkaran berada di luar rumah, usahakan kandang penangkaran yang kita buat terletak di sebelah timur rumah kita artinya bisa terhindar dari matahari terik pada saat siang menjelang sore hari, tetapi jika hal tersebut tidak memungkinkan dan harus berada di sebelah barat rumah, maka berilah penghalang yang bisa mengurangi efek panas dari senar matahari tersebut sehingga sinar matahari tidak langsung menyorot ke kandang tersebut.

3.     Lovebird Jantan (Pasangan) Over Birahi (OB)

Tidak sedikit karena kesalahan pemberian makanan yang kita berikan pada saat Lovbird betina akan mengerami telur-telurnya hingga menyebabkan si jantan OB, seperti pemberian kangkung dan biji kuaci hendaknya tidak perlu diberikan terlebih dulu karena untuk menjaga agar si jantan tidak OB, dengan alasan jika hal itu terjadi pada saat indukan betina sedang dalam proses mengerami bisa mengakibatkan indukan betina merasa terganggu dan akhirnya tidak mau mengerami telur-telurnya.

Langkah yang bisa kita ambil jika memang kondisinya demikian, apalagi jika proses penjodohan yang kita lakukan dalam sebuah kandang koloni besar sehingga tidak semua pasangan dalam kondisi yang sama yang terkadang ada juga yang sedang membutuhkan makanan sebagai pendongkrak birahi seperti kangkung tersebut, maka jika demikian halnya, lebih baik ambil si jantan dan keluarkan dari kandang koloni dan pisahkan dari pasangan.

4.     Indukan Betina Kurang Fit (Sakit)

Pernah juga saya alami sendiri, setelah indukan bertelur sekitan 4 butir, indukan tidka mau mengerami, dan sepertinya kondisinya tidak fit yang ditandai dengan bulu-bulunya mengembang sehingga telur-tolur yang dihasilkan tidak dierami. Segera ambil tindakan dan obati secara cepat apabila hal itu terjadi untuk mengantisipasi kegagalan dalam proses penetasannya.

5.     Glodok Keseringan Dibuka-buka oleh Pemiliknya

Hal yang satu ini juga sangat berpengaruh atas ketenangan indukan Lovebird saat mengerami. Terkadang tanpa disadari, rasa ingin tahu dan penasaran ada berapakah telur yang dihasilkan ? kita buka gelodok. Pada saat indukan sudah mulai mengerami, kita juga ingin banget tahu apakah betul telurnya dierami semua atau tidak, kita buka gelodok lagi, dan hal lainnya yang mengakibatkan kita sering membuka gelodok. Jika penjodohan yang kita lakukan adalah di kandang solitire maka perlakuan kita yang kita lakukan ini sangat berimbas pada ketengan indukan yang sedang mengerami dan tidka menutup kemungkinan indukan akan merasa terusik hingga akhirnya akan memilih keluar dari gelodok dan jika itu yang terjadi dengan seringnya indukan lovebir dkeluar dari gelodok maka bisa dipastikan hampir 80% telur-telur yang dierami tidak akan menetas.

Maka dari itu jika kita sebagai pembreeding pemula, sebaiknya 5 hal tersebut diatas agar lebih diperhatikan agar tingkat keberhasilan dalam beternak Lovebird bisa berhasil dan sukses. Terima kasih dan Salam damai-9.

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:

- lOVEBIRD warna Pulihan Violet, Pastel Vio
Cara Beternak Love Bird Secara Simpel
DOWNLOAD Suara Lovebird Ngekek Panjang MP3
BACA SELENGKAPNYA ...

MENGAPA LOVEBIRD TIDAK MAU BERJODOH ?

damai-9. Saat ini penggemar lovebird semakin banyal peminatnya, seiring bertambahnya penyuka burung yang lagi naik daun ini, semakin banyak juga para penggemar yang ikut-ikutan ingin mengembangbiakkan lovebird dengan cara menangkarkan (breeding).

Tidak semua orang terutama pemilik lovebird dengan mudah berhasil breeding lovebird. Banyak kendala yang sering dialami oleh para kicau mania yang sering kita dengar dengan berbagai alasan, ada yang tidak mau jodoh padahal sudah benar-benar beda jenis kelamin, ada lagi yang sudah berjodoh tetapi tidak kunjung bertelur, ada juga yang sudah bertelur namun indukan tidak mau ngerami, tidak sedikit yang sudah mau ngerami tetapi tidak mau menetas dan bahkan ada juga yang sudah bisa hingga menetas tetapi tidak bisa selamat hingga menjadi dewasa. Itulah beberapa kendala yang dialami oleh sebagian peminat lovebird.

Banyak penyebab dan alasan dari masing-masing permasalahan di atas. Sebagaimana judul di atas kita akan bahas terlebuh dahulu terkait dengan Mengapa lovebird tidak mau jodoh padahal sudah benar-benar beda jenis kelamin ?

1.    Pertama kali kita lihat dari segi usia lovebird antara jantan dan betinanya. Cenderung ada selisih usia sekitar 3 – 6 bulanan antara si jantan dan betinanya, yaitu jantan lebih tua dari si betina, jika hal itu terbalik maka susah untuk bisa berjodoh dan bahkan si jantan akan menjadi kalahan oleh si betina

2.    Kedua, jika usia sudah mencukupi, dalam hal ini sudah sama-sama dewasa tetapi belum jodoh juga, amati kesehatan dan tingkat birahi si burung, jika memang burung sudah sehat secara fisik maupun mental untuk bisa menaikkan birahi, berikan makanan tambahan sebagai supplement untuk menaikkan birahi burung seperti jagung muda, kangkug dan juga biji kuaci.

3.    Selebihnya, lakukan perawatan normal seperti biasanya dengan cara jemur rutin, mandikan secukupnya saja tetapi tidak terlalu sering karena jika kita sering mandikan burung justru akan semakin menurunkan tingkat birahinya, berrarti pemahama sebaliknya adalah dalam proses agar burung cepat jodoh dengan cara mengurangi volume mandi.

BISA DI LIHAT : Lovebird sedang Nyusun Sarang



Adapun tanda-tanda Lovebird yang sudah berjodoh adalah sebagai berikut:

-       Lovebird akan selalu berdampingan dan saling meloloh

-       Bila terlihat sudah dekat, coba sesekali pisahkan untuk beberapa saat sambil amati, bila diantara keduanya saling saut-sautan dan selalu nempet ruji kandang secara otomastis berarti memang sudah berjodoh dan siap naik pelaminan.

-       Bila jantan sudah terlihat siap kawin, maka akan terlihat sang jantan meloloh betinya dan betina meminta disuapi oleh si Jantan.

-       Setelah benar-benar berjodoh, beberapa hari kemudian pasangan akan kawin.

-       Lovebird jantan biasanya mendekati betina sambil memutar-mutarkan badan kemudian betina membuka sayap dan standby untuk menunggu si jantan naik ke atasnya.

Jika beberapa hal di atas sudah berlangsung makan selanjutnya Lovebird akan segera menysun sarang dan untuk selanjutnya bertelur dan seterusnya.

Saat-saat seperti itulah yang kita tunggu-tunggu, jiak sudah terjadi lovebird nyusun sarang maka tunggulah dan rawatlah dengan secara teliti dan suasana di sekitar kandang juga diusahana yang tidak terlalu ramai dengan hilir mudik hal-hal yang bisa mengusik ketengan lovebird pada saat bertelur dan bahkan pada saat ngerami.


BACA SELENGKAPNYA ...

CARA MERAWAT BURUNG CENDET AGAR CEPAT NGEVUR – ALA BANG IDIN

damai-9. Cara Merawat Burung Cendet agar Cepat Ngevur – Ala Bang Idin. Tidak mudah memang memproses burung bahan hasil tangkapan hutan yang kita beli dari pasar burung (bukan ternakan) agar bisa mau makan voer dengan segera. Banyak panduan dan saran yang sering kami baca di beberapa sumber di internet, agar tetap sabar dan tidak terburu-buru dalam memproses burung rawatnnya jika memang belum mau makan voer, kendati mungkin waktu yang telah dilakukan dalam merawat burung yang kita miliki tersebut sudah bisa dibilang lumayan lama, bisa jadi 10 hari, setengah bulan, sebulan bahkan ada yang lebih dari sebulan menurut cerita salah satu kawan yang sempat merawat burung cendet/Pentet/Plentet miliknya dengan sangat sabar hingga burung bisa makan voer.

Sehabis sholat Ashar di masjid deket tempat kerja, bertemu dengan tukang parkir mobil dan motor di sekitaran masjid, karena memang DKM masjid dimana tempat kami sholat saat istirahat (Dzuhur) ataupun saat waktu Ashar oleh DKM dimemanfaatkan halaman masjid tersebut sebagai halaman parkir untuk para karyawan gedung perkantoran di sekitar masjid.

Berbagi pengalaman dengan beliau karena kebetulan beliau juga penghobi burung, sebut saja Bang Idin, menurut bang Idin kalo kepingin Cendet cepet ngevoer jangan langsung pake voer yang ukuran besar seperti maaf Topsong besar tetapi kata beliau harus memakai voer yang kecil bahkan yang lembut terlebih dahulu untuk memproses agar burung bisa bertahap mau makan voer. Bahkan pengalaman beliau pernah memproses burung hanya dalam waktu satu hari, pagi beli burung, sore sudah mau makan voer.

Berikut Tips Agar Burung Cepat Makan Voer menurut Bang Idin adalah sebagai berikut:

1.     Langakah pertama berikan makanan alami untuk burung seperti jangkrik dipotongin kakinya kemudian masukkan ke cepuk makan pada pagi dan sore hari.  Jadi pagi 10 ekor sore 10 ekor. Campurkan juga ulat hongkong (UH) 1 sendok the dan kroto juga 1 sendok the.

2.     Di hari kedua, dengan porsi yang sama sebagaimana pada langkah pertama ditambahkan voer ayam sedikit saja.

3.     Hari ketiga, kurangin jangkrik menjadi cukup 8 ekor saja dengan porsi ulat dan kroto masih sama dan voer ditambah sedikit lagi. Buat agar voer menutupi jangkrik dan UH serta krotonya.

4.     Hari keempat dan seterusnya prosesnya hapir sama hingga hari ke tujuh jangkrik hingga menjadi tinggal 4 ekor dan UH cukup 5 ekor saja dan kroto setengah sendok saja, maka kata bang Idin proses itu bisa lebih cepat membuat burng Cendet bahan bis asegera ngevoer. Artinya berarti hanya dengan waktu seminggu burung bahan yang dibeli dari ombyokan sudah mau makan voer.


Demikian semoga bermanfaat dan selamat mencoba. 
BACA SELENGKAPNYA ...

CARA MEMILIH LOVEBIRD BAHAN (OMBYOKAN) YANG MEMILIKI PROSPEK BAGUS

damai-9. Cara memilih Lovebird Bahan (Ombyokan) yang Memiliki Prospek Bagus. Setiap kita pecinta burung, burung jenis apa saja tak lepas dari keingnan bahwa burung yang kita pilih adalah burung yang berkualitas, artinya, jika target kita memiliki burung dari segi mental pastilah kita akan mencari tahu seperti apakah burung yang memiliki mentalk petarung tersebut. Jika targert klita untuk dikembangbiakkan (breeding) pastinya kita memilih indukan yang subur dan berkualitas tentunya, karena target kedepannya adalah agar bisa memberikan keturunan yang berkualitas juga, demikian juga hal serupa juga terjadi pada Lovebird, bagaimana cara mencari Lovebird bahan baik itu di tempat penangkaran ataupun di pasar-pasar burung secara Ombyokan, pastilah ada yang berkualitas tentunya bagaimana juga cara kita merawatnya secara rutin kepada burung Lovebird yang kita pilih dan miliki tersebut.

Satu cerita, mungkin bagi sebagian besar lovebird mania sudah tahu dengan “Arnold”, lovebird milik Om Aji yang menurut kisahnya bahwa Arnold adalah Lovebird yang dibeli dari ombyokan di pasar burung, bukan ketunan atau hasil breeding dari Lovebird Prestasi, namun demikian sekalipun bukan keturunan burung yang memilki prestasi di khalayak perburungan lovebird yang di pertandingkan di setiap event yang diadakan tetapi si Arnold ternyata memiliki kualitas yang patut diacungin jempol. Dan, tentunya dengan perawatan yang rutin, kontinyu, dengan sepenuh hati dan penuh kasih sayang  tentunya, maka dengan demikian jika kita merawat dengan sungguh-sungguh, diiringi rasa sayang kepada burung rawatan kita maka Insya Allah akan bisa mencetak burung yang kita memiliki menjadi burung yang bisa menjadi kebanggaan kita.

BACA JUGA : Cara Merawat Lovebird Usia Balibu agar Bisa Ngekek Panjang

Nah, kembali lagi ke pokok permasalahan, bagaimana cara memilih Lovebird Ombyokan Yang Bagus (memiliki Prospek Bagus) atau Ciri-ciri Lovebird Bagus.

Menurut pendapat dari seorang kawan yang tidak mau disebut namanya yang sudah sering mengikuti kontes dan lomba burung terutama untuk kelas lovebird dan beberapa kali sempat mendapatkan gelar juara atas lovebird miliknya, beliau mengungkapkan bahwa lovebird yang bagus itu, maaf nih sekedar ciri fisiknya, tapi belum tentu juga, tapi paling tidak mendekati demikian dah;

1.     Paruh terlihat tebal dan besar, biasanya memiliki suara yang keras sehingga pada saat sedang mengekek di arena lomba akan lebih sering menadi bahan perhatian para juri.

2.     Leher pada saat berdiri tegak akan yang kelihatan lebih panjang dan besar. Pada bagian ini biasanya pada saat ngekek kemungkinan besar bisa memiliki durasi yang lebih panjang.

3.     Kepala lebih besar dan gagah. Sifat fighter seekor lovebird akan terlihat lebih berani dan siap tanding

4.     Mata. Lihat kecerahan pada mata juga harus menjadi bahan pertimbangan, namun demikian untuk urusan mata bukan termasuk indikasi ngekek panjang namun lebih cenderung pada kesehatan burung, jika mata burung terlihat terang dan contrast maka secara otomatis kondisi burung pastilah sehat. Secara tidak langusng, sedikit-banyak akan berpengaruh juga pada performa si burung.

5.     Cengekeraman kaki kuat. Demikian untuk cengkeraman kaki yang kuat menandakan burung sehat, termasuk hal ini, sedikit – banyak juga bisa memberikan efek terkait kesehatan si burung.

BACA SELENGKAPNYA ...