HOBI & SI PETANI

Benarkan Harga Tledekan Gunung Lagi Turun ?

damai-9.com - Seperti biasa, namanya orang hobi ya, pasti lah tidak jauh-jauh dari browsing-browsing terkait burung, entah mau beli burung, jual burung atau pun sekledar iseng-iseng lihat-lihat pun juga ok, nah.. biasanya tidak jauh dari Facebook, khususnya terkait jual beli burung.. 😊😊😊

Nah, pas lagi scroll-scroll keypad di HP, tiba-tiba melintas iklan terkait postingan Tledekan Gunung bahan dengan kondisi sudah ngevoer, burung juga kelihatan sehat, ga ada minusnya, namun yang jadi pertanyaan saya, apa benar harganya dibawah harga standar yaitu hanya seharga Rp 450 ribu, itupun masih bisa nego, dan bisa jadi dealnya bisa di harga Rp 400 ribu, kan murah banget ya ? sementara baru sekitar 2/3 bulan sebelumnya harga Tledekan bahan muda hutan (MH) masih sekitar Rp 650 ribu, dan apalagi harga trotolan yang bisa di angka 900 ribu jika itu fixed jenkel jantan.


Boleh dibaca ko :  TIPS DAN TRIKS MERAWAT TLEDEKAN ALA "KICAU NGALAM" YANG SEMPAT MENJUARAI HINGGA 4 KALI PIALA RAJA

Bisa dilihat di gambar terkait dengan postingan tledekan gunung asli Jawa Tengah dengan harga yang bisa dibilang relatif murah.

Namun demikian kembali lagi kepada masing-masing pemilik burung, mohon maaf, ada kalanya kita menjual karena kebanyakan burung, jadi kita ingin jual sebagian, bisa juga dikarenakan kondisi keuangan sedang menipis dan kepepet sementara kebutuhan mendesak akhirnya burung yang kita miliki, yaaa… kita posting dah yang terkadang harganya juga dibawah harga pasar karena kembali lagi ingin cepat laku walaupun jual rugi… 😊. Kita mungkin juga sering lihat katika ada postingan di Facebook “Sedang BU” (butuh uang), akhirnya yang sebenarnya burung favorit jadi dikalahkan demi kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang penting dapur bisa ngebul terlebih dahulu dan anak bisa jajan ataupun anak tidak nangis, anak bisa minum susu, dan lain-lain permasalahan, itu semua bisa terjadi dengan siapapun dan kapanpun sehingga memang harus mengalahkan salah satu hewan peliharan  kegemaran dan kesayangan kita untung kita jual sesaat untuk kepentingan rumah tangga tersebut, dan di kemudian hari jika ada rizqi lagi kita bisa beli lagi… begitu kan ya. Intinya sih, semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dan dilancarkan urusannya oleh Allah.

Salam damai-9.com

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:

BACA SELENGKAPNYA ...

Pernahkah Kita Tertipu Saat Beli Burung ?

damai-9.com - Pertama-tama, di awal bulan Syawal ini terlebih dahulu kami mengucapkan :
 
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon maaf lahir & batin
 
Semoga suluruh ibadah kita selama bulan Romadhon tahun ini diterima oleh Allah Subhanahu Wataala, dan semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk dipertemukan kembali di Romadhon pada tahun-tahun yang akan datang. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.
 
Kembali ke judul di atas, “Pernahkan kita tertipu pada saat beli burung?”
 
Diantara kita mungkin pernah mengalami apa yang saya alami. Sebenarnya sering kejadian ini terjadi pada saya, namun baru kali ini coba posting agar semoga mudah-mudahan tidak terjadi pada temen-temen semua… 😊😊😊
 
Pada mulanya seperti biasa, karena kita biasa menggunakan fasilitas jual beli online (Facebook), dari situ biasa lah pasti ada tanya jawab antara si penjual burung dengan kita selalu calon pembeli.
 
Ketika kita melihat postingan yang menjelaskan, Pleci dakun Jatim, 123 ketukan, ada Isian lumayan, otomatis dalam benak kita pastilah jantan, kamudian kita tanyakan  ke si penjual :
 
Saya      : Maaf bang, fixed jantan plecinya ?
Penjual : Jantan bang
Saya      : Ngeriwik ga bang ?
Penjual : Ya ngeriwik laaah….
Saya      : Maaf, boleh lihat videonya ga, buat sekedar tahu aja…
Penjual : Ane ga jual video bang… kalo serius pantau aja…
 
Nah, dari sinilah kita sudah mulai ga enak, apalagi dikata kalo serius! Jadi seakan-akan kita ga serius.
 
Akhirnya kita pantau, dan tetap seperti awal percakapan di online tetap meyakinkan kalo jenis kelamin pleci dakun yang dimilikinya adalah jantan. Yang salahnya, kami kurang begitu faham pleci, mana yang dakun jatim, mana dakun BWI, mana dakun bali, dan mana dakun pacitan, karena hampir semuanya daerah jawa timur. Dan akhirnya deal dan bayar seharga 150 rb. Saya anggap murah dah nih…. Namun setelah dirawat sekitar 2,5 bulan, burung sama sekali tidak ngeriwik dan menurut pendapat teman yang faham pleci, katanya bukan pleci jatim, dan bukan jantan, dan disitulah ada sedikit rasa kecewa atas transaksi yang tidak fair seperti ini. Yang jadi pertanyaan, apakah si penjual yakin kalo apa yang dijelaskan itu benar ? Wallahu A’lam dah, dan biarkan saja itu urusan si penjual… 😊, tetapi perlu kita ingat, apabila kita yang menjual dan jika kita faham atas kondisi burung yang akan kita jual, hendaknya berikan penjelasan sesuai kondisi burung yang ada dan yang jujur saja, biar berkah… heheh
 
Dan, perlu hati-hati buat teman-teman yang akan membeli burung dari postingan online ataupun yang offline, lebih baik fahami dulu burung yang akan kita beli atau bila perlu sekedar buat memastikan tanyakan terlebih dahulu ke teman yang sudah faham burung agar jangan sampai kita kecewa setelahnya.
 
Demikian dan semoga bermanfaat. Salam damai-9.co

BACA SELENGKAPNYA ...

Kenapa Kacer Berak Kapur dan Bagaimana Cara Mengobati Kacer Berak Kapur ?

damai-9.com - Tetap, ketika kita memiliki burung apapun yang kondisinya sudah gacor, pastilah merupakan suatu kebahagian dan kebanggaan tersendiri apalagi jika gacornya di depan mata, artinya bisa kita lihat secara langsung dan kita tonton performanya, karena ada kalanya burung terkadang gacor pas kondisi tidak ada orang yang melihatnya namun ketika kita lihat langsung berhenti bunyi.

Oh ya lupa, sebelunnya kami ucapkan “Selamat menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya di Bulan Romadhon ini bagi yang menjalankan, semoga seluruh amal ibadah kita di bulan Romadhon ini diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala…. Aamiin”.

Terkait dengan judul di atas, terkadang kita sadar atas hal yang terjadi pada burung kacer milik kita sebagaimana yang beberapa teman juga sampaikan terkait curhatan yang terjadi pada burung kacer miliknya, namun juga terkadang juga kita sendiri bingung apa yang akan kita sampaikan dan utarakan dengan kondisi burung kita, kecuali apabila pas berbarengan dengan ada yang posting yang mungkin ternyata mirip-mirip yang terjadi pada burung rawatan kita, terutama Kacer.

Sebenarnya simple cara menanggapi dan mencermati apabila ada curhatan selayaknya judul di atas yang juga terjadi pada burung kacer kita, maka hendaknya yang kita lakukan adalah; lihat, baca, teliti, fahami, cermati, cari (beli), laksanakan, implementasikan, dan tinggal tunggu proses hasilnya. Dan ternyata memang benar atas curhatan tersebut beberapa yang memberikan pendapat agar berikan Super N dan minyak ikan, dengan berbagai cara penyajiannya, ada yang cukup di oleskan di jangkrik ada juga yang menyarankan untuk disuntikkan ke tubuh jangkrik, namun keduanya usulan yang sama-sama dibenarkan, dan wal hasil, ternyata benar adanya bahwa dengan kondisi burung yang tadinya tidak fit menjadi sehat kembali.

Lalu apa sih manfaat kedua obat tersebut ? 

1. Super N berkhasiat untuk mengobati berak kapur tersebut.

2. Minyak Ikan, ini sebenernya yang lebih ampuh yaitu untuk menambah nafsu makan pada burung sehingga dengan burung makan banyak secara otomatis kotoran yang keluar dari burung pun akan lebih terlihat dari burung yang sehat, yaitu yang ditandai dengan bau yang biasa2 saja, karena biasanya burung kalo tidak sehat atau kurang sehat, dari segi kotorannya pun baunya tidak sedap.

 Adapun pertanyaan Kenapa Kacer Berak kapur ?

Jawabannya adalah banyak hal yang terjadi yang mengakibatkan kacer bisa berak kapur, diantaranya : 

1. Kurang jemur, dengan burung jarang dijemur atau bahkan tidak pernah dijemur yang diakibatkan oleh mungkin posisi rumah yang menghadap ke Barat apalagi mohon maaf lokasi rumah di gang sempit yang sangat susah untuk bisa mendapatkan sinar matahari, maka kondisi trersebut bisa mengakibatkan burung kurang/tidak fit, sehingga pada saat buang kotoran akan berupa seperti cairan putih2, maka hendaknya jemurlah burung secara rutin dan berkala bagaimanapun caranya.

2. Dimakan atau tidak, selama kondisi burung kacer dalam kondisi berak kapur, berikan jangkrik dengan porsi lebih banyak. Jika biasanya kesehariannya diberikan jangkrik sebanyak 4 sampai 5 ekor, maka pada saat kondisi seperti ini, berikan posri 2 kali lipat dari pemberian sebelumnya bahkan boleh lebih, dengan peberian lebih, dengan demikian biasanya burung akan berangsur pulih seperti sedia kala.

Semoga burung2 kita senantiasa sehat dan fit, apalagi dalam kondisi musim hujan seperti sekarang ini. ketika ada pada panas matahari kapanpun, segera jemur burung milik kita.

Demikian dan semoga bermanfaat. salam damai-9.com


BACA SELENGKAPNYA ...

Kenari Suara Unik, ko bisa ya ?

damai-9.com. 
Selayaknya Kenari, biasanya kenari lebih sering kita jumpai dengan bunyi ngerolnya, jika ada isian pun biasanya yang cenderung ngebren seperti suara ciblek, atau ngekek seperti suara lovebird ataupun suara-suara yang sejenis lainnya. Namun kali ini cukup unik, sepertinya masteran yang sempat terrekam suara siulan yang sebagaimana dalam video di bawah ini.


Demikian dan semoga bermanfaat. Salam damai-9.com

BACA SELENGKAPNYA ...

Pleci Mulai Ramai Kembali

damai-9.com - Bermula dari maen ke rumah kawan yang pada dasarnya tadinya sama sekali kurang begitu berminat dengan burung pleci tapi kenapa sekarang demen banget sama pleci ya ?, padahal dulu2 pernah bilang, “Dikasih juga ogah guwa” …😊 jadi pengen ketawa… anyway jadi ada pepatah lama mengatakan “Apabila kita suka dengan sesuatu, janganlah terlalu berlebihan karena bisa jadi suatu saat yang kita suka itu bisa jadi justru hal yang paling kita benci, demikian juga sebaliknya, jika kita benci kepada sesuatu janganlah berlebihan karena bisa jadi suatu saat sesuatu yang kita benci itu malah justru hal yang kita suka”.

Dari kata2 di atas, maka jangan sekali2 terlalu mengatakan suka ataupun tidak suka kepada sesuatu terlalu berlebihan, dan hendaknya sedang-sedang saja. 

Kembali lagi ke judul, melihat perkembangan penghobi pleci sepertinya semakin hari semakin banyak peminatnya dan sepertinya akan bisa menjadi trend kembali, kita lihat saja perkembangannya.

Apalagi dalam hal pleci, saat ini sudah ada yang menjadi trend baru, jika dulu yang paling trend adalah dakun muria, yang identik dengan mata putih, demikian juga saat ini yang sedang menjadi trend adalah dakun pacitan, sebagaimana artikel yang pernah saya posting ini Kenapa Pleci Dakun Pacitan Harganya Mahal dengan cuplikan paragraf di bawah ini:

Jika kita dengarkan secara seksama, dakun pacitan memiliki suara yang sangat keras dan bersih, kristal dan nyaring, nah suara itu yang membedakan dakun pacitan dengan dakun jenis lainnya dan mungkin itulah yang menjadi penyebab harganya menjadi berbeda, apalagi untuk saat ini, jika dakun lain seperti dakun garut, dakun jateng, dakun muria sekalipun, dan bahkan dakun jatim juga masih kalah harga dibandingkan dengan harga dakun pacitan yang saat ini dalam kondisi masih bahan saja menurut pleman senior sekitar 400 rb, kondisi belum jadi. Sementara dakun lainnya seperti garut masih bisa sekitar 150 s/d 200 ribuan, itupun terkadang sudah kondisi rajin berbunyi bahkan gacor. Namun demikian mungkin juga suatu saat nanti harga dan kondisi bisa saja berbalik.


Boleh dibaca juga loh : 

PLECI DITAWAR Rp 45 JUTA TIDAK DIKASIH, BAHKAN ADA YANG HINGGA Rp 102 JUTA, BAK EMAS HIDUP

Semoga trend pleci kali akan stabil dan kembali lagi menggema istilah “koloni” (kumpul-kumpul sesama pleci mania. Dan yang pasti coba kita tunggu saja perkebangannya, apakah semakin ngetrend atauklah akan sebaliknya seperti trend Lovbeird yang juga mengalami penurunan yang sangat significant bahkan bisa disebut dengan lovebird yang justru terjun bebas. 

Tetapi perlu diingat, perawatan burung apapun jika dalam perawatannya penuh dengan kasih sayang, benar cara memelihara dan merawatnya, Insya Allah akan enak untuk dinikmati ocehannya tentunya akan menjadi hiburan tersendiri buat kita. Lebih lagi, tidak hanya terpaku pada pleci, akan lebih berjasa lagi jika kita bersedia menangkarkan (ternak) burung-burung yang saat ini sudah mulai langka di alamnya seperti pleci ini yang hampir tidak pernah terdengar lagi ocehannya di alam bebasnya, untuk itu akan sangat berjasa kita, jika kita bersedia menernakannya untuk tujuan mengembangbiakkan, minimal agar tidak terjadi kepunahan. Tidak hanya tertuju pada pleci saja tetapi hendaknya burung jenis lain pun tidak kalah pentingnya terutama burung yang berasal dari hutan dan yang sepertinya saat ini sudah banyak mulai terjadi kepunahan.

Demikain semoga bermanfaat. Salam damai-9.com 

Artikel Terkait Lainnya:
Tips Cara Merawat Pleci Agar Cepat Gacor dan Ngalas

  1. Jenis-jenis Burung Yang Palind Dicari Saat Ini
  2. Cara Tidur Burung Pleci Yang Unik
  3. Hati-hati Pemberian EF Berlebihan pada Burung Pleci
  4. Tips Cara Merawat Pleci Agar Cepat Jinak
  5. Download Suara MP3 Burung Pleci Ngalas


BACA SELENGKAPNYA ...

Kenapa Murai Batu Tidak/Belum Mau Bunyi

damai-9.com - Berbeda antara burung yang pernah bunyi gacor yang tiba-tiba berhenti bunyi alias mandek dengan burung yang memang belum mau bunyi yang biasanya lebih cenderung ke burung kondisi masih bahan.

Pengalaman pribadi sejak beli burung dengan kondisi memang masih bahan, namun demikian sudah selayaknya seharusnya sudah mau mulai bunyi karena sekalipun beli dari kondisi burung bahan tetapi selama perawatan sejak belum ngevoer hingga mau makan voer trus ditambah lagi dengan ketika baru beli dan dalam proses ngevoer dan penjinakan alias masih gerabak, alhamdulillah juga sudah sangat jinak, jangkrik di tangan disamperin dengan santai, tidak terlalu terburu-buru terbang lagi, artinya sudah wajarlah kalo seharusnya sudah mau bunyi, namun demikian kenapa masih belum mau bunyi juga ?

Sesuai dengan pengalaman sendiri, ada beberapa hal yang harus kita cermati bersama, kenapa burung bahan yang sudah negvoer, jinak dan sudah anteng belum mau bunyi, diantaranya adalah :

Boleh dibaca juga : 

HANYA ! butuh 10 hari Murai Batu Langsung Gacor

1. Hindarkan dari hewan predator terutama kucing, karena pengalaman saya setelah saya gantung di catelan yang jauh dari jangkauan kucing burung mau bunyi.

2. Coba berikan EF agak lebih, jika sebelum mau makan voer jangkrik hanya diberi 4-5 ekor karena memang terapi untuk burng agar mau makan voer, maka kali ini berikan jangkrik dengan porsi lebih, sebagai contoh berikan 7-8 ekor pada pagi hari dan 7 ekor pada sore hari, kemudian berikan juga kroto setengah sendok makan pada pagi hari dengan jangka waktu pemberian cukup 3 kali dalam seminggu, sebagai contoh berikan pada hari Senin pagi, Rabu pagi dan Jum’at pagi.

3. Dikarenakan di rumah ada beberapa tanaman dalam pot yang kondisi tanahnya basah, saya coba aduk2 tanah untuk mencari cacing dan setelah dapat saya coba berikan ke burung murai cukup 2 ekor, seminggu 2 kali saja.

4. Jika belum mau mandi di keramba, mandikan burung dengan seprotan halus pada pagi hari agar burung merasakan segar dan tentunya lanjutkan dengan penjemuran sesuai kebutuhan tidak harus sampai siang banget.

5. Dan yang terakhir, pada malam hari burung dikerodong dan perdengarkan suara burung lain yang kita miliki yang berfungsi sebagai masteren

Demikian sekedar share pengalaman  dan semoga bermanfaat. Salam damai-9  

ARTIKEL LAIN TENTANG MURAI BATU:

BACA SELENGKAPNYA ...