SELAMA PERJALANAN MUDIK, TETAP BERPUASA ATAU LEBIH BAIK BERBUKA ?

Tinggal beberapa hari lagi Lebaran tiba, hari kemenangan setelah 1 bulan berpuasa dan tibalah Hari Raya Idul Fitri dan untuk tahun ini adalah tepat tahun 1436 H. Banyak diantara kita yang melaksanakan rutinitas tahunan yaitu pulang kampung (mudik), yang jadi pertanyaan adalah selama perjalanan mudik ini, lebih baik tetap berpuasa ataukah berbuka ?  
Jawabannya adalah:

Thariq Muhammad Suwaidan dalam bukunya yang berjudul Rahasia Puasa Menurut 4 Mazhab, menyebut para Imam bersepakat bahwa seorang musafir diperbolehkan tidak berpuasa. Namun di balik itu, terdapat syarat dan jarak tertentu yang harus dipenuhi para musafir untuk meng-qasar (meringkas) salat. 

"Jarak perjalanan yang diperbolehkan menurut Imam Maliki, Syafi'i dan Hanbali adalah 81 km. Sementara Imam Hanafi adalah jarak yang ditempuh 3 hari dengan ketentuan waktu sejak pagi sampai Zawal (45 menit sebelum Zuhur) dan berjalan kaki sekitar 120 km," kutip buku tersebut, Rabu (10/6).

Kendati demikian, ada baiknya mengukur diri sebelum memutuskan meneruskan atau membatalkan puasa. Pertimbangan pertama merujuk pada sabda Rasulullah, "Puasa dalam keadaan musafir bukan merupakan kebaikan,". 

Pertimbangan selanjutnya, puasa dengan kebulatan tekad sesungguhnya lebih disukai Allah SWT. Itu ditunjukkan melalui firmannya, "Dan berpuasa lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui," Al-Baqarah 184.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...