BRANJANGAN, PENGHIBUR YANG ASYIK DAN UNIK

damai-9. Di antara ribuan bahkan jutaan atau puluhan juta pecinta burung, mungkin berapa persen saja dari jumlah tersebut yang menyukai dan hobbi dengan burung Branjangan.

Pengalaman pribadi, sebenarnya enak dan asyik menikmati ocehan burung Branjangan ini. Beberapa saat setelah men-take over dari pemilik sebelumnya, Alhamdulillah sesampai di rumah burung digantang langsung ngeriwik. Padahal menurut beberapa pendapat, Branjangan biasanya susah bunyi jika berpindah-pindah tempat dan memerlukan waktu yang lumayan lama dalam proses adaptasinya. Tetapi kali ini lain-dari pada yang lain. Alhamdulillah.


Sebagaimana yang pernah kami tulis pada artikel sebelumnya dengan cuplikan paragraph berikut, “Sempat beberapa hari lalu ngobrol-ngobrol ringan sambil ngupi dan ngudut… heheheh bersama kawan sesama penghobi burung, kebetulan ada salah seorang diantara mereka adalah pemain burung yang boleh dibilang sudah senior, dan menurut saran beliau ketika saya akan tukar BR yang saya miliki dengan Love Bird yang sudah rajin milik kawan, kata beliau “ga usak dituker” tidak usah ditukar dan mending dirawat saja apalagi kondisi sudah mapan sekalipun belum gacor.

Secara singkat menurut beliau (panggil: Om Wit), BR sekalipun belum rajin bunyi tetapi ketika sudah mau nangkring pada tangkringan bagian atas yang biasanya juga terbuat dari batu apung, itu sudah menunjukkan nilai lebih dan sudah memiliki harga lain apalagi jika sudah bunyi. Karena itulah keunikan burung Branjangan yang menurut beliau. Jangankan sudah rajin dan gacor, sudah mau nangkring diatas dan stand-by pun sudah memiliki nilai lebih.

Itulah sedikit gambaran bahwa memiliki Branjangan ternyata memang unik. Tidak bisa dipaksakan dan butuh keihlasan dan kesabaran.

Ada tips yang diberikan oleh seorang kawan Kicau Mania perihal perawatan Branjangan, menurut beliau, “Kuncinya adalah dengan memberikan ulat hongkong dan jangkrik setiap hari dengan porsi tepat dan penjemuran yang cukup dengan durasi yang lebih lama dari durasi penjemuran jenis burung lainnya, karena Branjangan memang burung yang tahan panas, maka diharapkan burung akan lebih cepat bunyi, ngriwik dan selanjutnya akan ngeplong”.   

Namun semua itu kembali lagi kepada kita sebagai penghobi burung sekaligus pelestari lingkungan terutama yang menyangkut tentang fauna, dan lebih specific lagi terkait dengan burung, alangkah baiknya ketika kita merawat burung, hendaknya disamping kita ambil manfaat dari segi materi, seperti halnya jula maupun beli, namun lebih bernilai lagi jika kita memikirkan seberapa besarkah partisipasi kita atas kelestarian lingkungan kita ini khusunya burung.

Btw, sebenarnya ini burung sebagaimana di gambar, kandangnya masih hak milik si pemilik sebelumnya, untuk itu bagi pembaca yang memiliki kandang Branjangan second barangkali ada yang nganggur, dari pada tidak terpakai bolehlah info sejak tanggal artikel ini kami buat : 26 Juli 2016, bisa telp ke 0856 198 6799 (WA). Demikian dan terima kasih. Salam damai-9.com   

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA: