DAPAT BURUNG BANDANGAN, SEBENERNYA MILIK SIAPA SIH, SENANGKAH KITA ?

Diantara kita mungkin punya pengalaman pernah menemukan burung, atau minimal pernah dengar temannya dapat burung bandangan, ataupun pernah menjebak atau memikat burung yang dengan tiba-tiba datang ke sekitaran rumah kita. Tahukah anda ? milik siapakah burung yang kita pikat tersebut. Ketika dapat burung bandangan kita akan merasakan senag dan gembira karena seolah-olah dan merupakan kepuasan tersendiri karena bisa memiliki burung tanpa harus mengeluarkan uang sedikitpun, apalagi jika burung tersebut termasuk burung-burung yang sedang trend pada  saat itu dan memiliki nilai jual lumayan tinggi.


Hati nurani kita yang paling dalam pasti mengatakan dengan sadar bahwa burung yang kita dapatkan dari menjebak terbesut adalah bukan milik kita seutuhnya, apalagi jika burung tersebut dalam kondisi jinak, bukan burung endemic kawasan dimana kita tinggal, sebagai contoh kita tinggal di Jakarta, burung kebanyakan yang ada di sekitaran Jakarta secara umum paling Trocokan, Kutilang, Kipasan, kolibri, Gereja, tekukur, cabean, di beberapa daerah terkadang ada juga ciblek, dan lain sebagainya. Tiba-tiba suatu ketika ada burung terbang ke sekitaran rumah kita, sebagai contoh burung murai kemudian kita pikat dan terjebak masuk ke kandang pikat kita. Senang kita, bangga kita, puas kita, berhasil kita. Di sisi lain jika kita tinggal di Jakarta, kita tahu persis bahwa murai tersebut bukanlah burung liar yang hidup di sekitar perkebunan dan taman-taman yang ada di sekitaran Jakarta, kita pasti yakin betul jika burung tersebut milik orang yang terlepas, maka selayaknya yang kita lakukan adalah memberitahukan kapada orang lain, kawan kita, barang kali ada yang memiliki burung yang terlepas tersebut, pastilah bagi si pemilk akan merasa kehilangan atas lepasnya burung tersebut, begitu juga jika kita yang menemukan dan kita kembalikan ke dia pastilah akan sangat berterimah kasih dia kepada kita. Namun ada pengecualian jika burung yang kita dapat termasuk jenis burung aneh yang tidak kita fahami dan bukan merupakan burung trend, bisa jadi karena memang burung yang sengaja dilepaskan oleh pemiliknya.

Berat memang untuk melakukan hal seperti itu bagi kita. Tapi kita sebagai kicau mania harusnya patut bisa dijadikan sebagai contoh tauladan yang baik bagi kicaumania lainnya. Dan mungkin jika hal itu terjadi pada kita,  bagaimana perasaan kita jika kehilangan burung yang kita sayangi, apalagi proses saat mendapatkan atau membeli burung tersebut dengan susah payah, uang pas pasan, dari kondisi bahan hingga sudah jadi, tiba-tiba terlepas, sudah barang tentu sedih pastinya yang kita rasakan. Nah itulah hal yang sama yang dirasakan si pemilik murai yang terlepas yang kita dapatkan tersebut.

Pengalaman pribadi: pernah dapat burung Pleci bandangan, pernah juga menerbangkan dan melapas pleci dengan sengaja, menerbangkan dan melepaskan burung anis batu, burung kaso-kaso dan beberapa burung lain yang sempat kami beli namun kurang berkenan merawatnya yang akhirnya kami lepaskan agar berkembang di alam bebasnya. Pernah kacer lepas dan sempat dikembalikan oleh orang yang menemukannya karena faham pemiliknya.

Pengalaman pribadi lain, membeli burung “love bird” dari kawan yang boleh dapat dari bandangan yang sempat terbang ke sekitaran rumahnya dan kemudian dijebak dan kena, sebagai di gambar, ituah burung love bird bandangan yang kami beli. Pada saat sebelum kami bayar, sudah coba kami sarankah untuk coba beritahukan ke orang lain di sekitar rumah barangkali ada yang memiliki love bird model seperti itu terlepas, namun ternyata hingga beberapa minggu tidak ada yang mengaku merasa kehilangan dan akhirnya dijual dan kami beli.


Sekedar share pengalaman dan perasaan, semoga manfaat. Salam damai9